Sejarah Hot Dog: Makanan Khas Asal Amerika

14 Januari 2026

0

Hot dog telah lama diakui sebagai ikon kuliner Amerika Serikat. Hidangan berupa roti panjang berisi sosis ini sangat identik dengan acara olahraga, pesta BBQ, dan sering muncul dalam berbagai adegan film. Tapi, meski hot dog sangat identik dengan Amerika, makanan ini sebenarnya diadaptasi dari kuliner Eropa. Mari kita telusuri lebih dalam sejarah hot dog.

Cikal Bakal Sosis dalam Hot Dog

Bentuk awal hot dog, yang disajikan dalam roti panjang, hanyalah berupa sosis saja. Nah, sosis ini sudah dinikmati di Eropa berabad-abad lalu di Eropa. Dan jika kita menelusuri sejarah hot dog, ada dua kota yang mengklaim sebagai asal-usul makan ini, yaitu Frankfurt, Jerman dan Wina, Austria. 

Frankfurt menyatakan diri sebagai tempat kelahiran Frankfurter Würstchen, sosis babi asap tipis dan panjang. Konon sosis ini telah diproduksi di Frankfurt sejak tahun 1487, sebelum benua Amerika ditemukan oleh Christopher Columbus. Bahkan, Frankfurter pernah merayakan ulang tahun ke-500 sosis sebagai penanda kontribusi mereka terhadap sejarah hot dog.

Di sisi lain, kota Wina juga mengklaim hal serupa. Penduduk Wina menyebut nama sosis wiener sebagai bukti kuat bahwa hot dog berasal dari kota mereka. Sosis Wiener Würstchen sendiri terbuat dari campuran daging babi dan sapi, dan juga memiliki bentuk yang ramping dan memanjang.

Sejarah Hot Dog di Amerika

Pada tahun 1800-an, para imigran Jerman mulai berdatangan di Amerika, dan membawa keahlian membuat sosis. Salah satu laporan menyebutkan bahwa seorang imigran Jerman menjual sosis dachshund di New York. Dinamai dachshund karena bentuknya mirip anjing tekel, ras anjing kecil khas Jerman yang punya kaki pendek dan bertubuh panjang.

Namun, perubahan besar terjadi pada tahun 1871, ketika Charles Feltman, seorang pembuat roti Jerman-Amerika, mulai menjual sosis dachshund dalam roti di Coney Island, New York.

Pada tahun pertamanya, ia berhasil menjual lebih dari 3.600 roti isi sosis. Dari sinilah kecintaan Amerika terhadap hot dog mulai terbentuk. Tapi, pada saat itu, namanya masih bukan hot dog, melainkan dikenal dengan sebutan frankfurter sandwiches atau hot dachshund sausages

Nama hot dog baru muncul sekitar awal tahun 1900-an. Istilah ini dipopulerkan oleh kartunis bernama Tad Dorgan sekitar tahun 1901, yang menggambar sosis dachshund dalam roti dan menyebutnya “hot dog”.

Setelah menjadi ikon kuliner Amerika, hot dog dengan cepat menyebar ke berbagai penjuru dunia. Menariknya, hot dog di luar AS juga mengalami adaptasi dan menghasilkan variasi yang unik. Misalnya, hot dog versi Argentina ini tidak menggunakan sosis frankfurter, melainkan sosis chorizo yang kaya rempah. Sosis ini dipanggang, dibelah, dan disajikan di antara roti, lalu dilumuri dengan saus chimichurri yang segar dan lezat.

Rekomendasi Tepung Terigu Terbaik untuk Usaha Roti

Setelah mempelajari sejarah hot dog yang panjang, dapat disimpulkan bahwa inovasi sederhana bisa berkembang jadi ikon kuliner. Jika Anda ingin sukses dalam bisnis kuliner, Anda juga harus bisa terus berinovasi. Kuncinya adalah menyesuaikan selera dan kebutuhan pelanggan, dan selalu menggunakan bahan berkualitas. 

Untuk kebutuhan tepung terigu, Anda bisa mengandalkan produk dari PT Manunggal Perkasa. Produk kami diolah dari gandum pilihan yang diimpor dari Eropa Barat, Australia, Amerika dan Kanada. Biji-biji berkualitas ini kemudian diproses menggunakan teknologi canggih, untuk menghasilkan tepung yang halus dan konsisten. Sejak diresmikan pada tahun 1997, kami telah menyuplai tepung terigu untuk banyak pengusaha kuliner di Indonesia.

0 Komentar