Cilacap – Kemajuan pesat dunia internet melahirkan banyak inovasi baru yang mempermudah kehidupan manusia. Namun, tanpa disadari, internet juga dengan cepat mengubah cara aktivitas manusia menjadi serba digital.

Arus deras perubahan itu memberikan efek bagi berbagai sektor, termasuk bisnis. Internet tak pelak telah mengubah ‘medan tempur’ sektor bisnis dari segala industri. Para pelaku usaha kini tidak lagi hanya mengandalkan proses transaksi offline, tetapi juga harus bersaing memasarkan produk mereka di internet dan media sosial.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi semua pelaku bisnis, dari korporasi besar hingga usaha kecil menengah (UKM). Sebagian besar dari mereka berusaha beradaptasi dengan memahami pola bisnis di internet sampai merumuskan strategi terbaik agar tetap bertahan di era bisnis digital.

Situasi itulah yang mendorong PT Manunggal Perkasa mengajak 23 UKM dan marketing representative dari Bandung hingga Priangan Timur untuk mengikuti pelatihan khusus tentang inovasi bisnis pada era digital. Pelaku UKM dengan produk usaha mie, roti, hingga sotong itu berkumpul di Cilacap. 

Puluhan peserta itu mendapat pelatihan langsung dari Perwakilan PT Manunggal Perkasa, Bpk  Zubaedi Ahyar. Ia memberikan materi seputar konsep dasar bisnis era digital serta strategi beradaptasi di tengah kemajuan zaman internet. Pelatihan diberikan kepada peserta yang telah membangun bisnisnya minimal tiga tahun sehingga memiliki pengalaman untuk mengembangkan usahanya menjadi lebih maju.

Pentingnya Adaptasi dan Inovasi

Pelatihan diawali dengan memantik sebuah topik diskusi. Ia meminta para peserta untuk membandingkan kondisi bisnis UKM masing-masing pada tiga tahun lalu dengan kondisi saat ini.

Topik itu diangkat karena pelaku UKM seringkali tidak menyadari aspek penting dalam menjalankan suatu bisnis. Kondisi usaha yang berhenti hingga menurun tidak semata-mata terjadi karena kegagalan dalam mengelola bisnis. Sebab, situasi itu bisa saja berkaitan dengan sulitnya beradaptasi dan kalah inovasi dengan pesaing lainnya. 

“Bila kondisi bisnis tetap atau menurun, bukan berarti kita tidak semakin expert atau ahli mengelola bisnisnya,” ujar Bpk Ahyar saat memberikan materi.

“Tapi pesaing kita yang lebih siap beradaptasi menghadapi perkembangan zaman, dengan inovasi-inovasi yang belum bisa kita ikuti,” lanjutnya.

Inovasi Menuju Bisnis UKM Semakin Kuat

Dalam kesempatan itu, Bpk Ahyar menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi sebagai dua kata kunci yang harus dipahami peserta pelatihan bersama PT Manunggal Perkasa. Adaptasi merupakan syarat utama suatu usaha dapat bertahan meski diterpa banyak perubahan. Bisnis yang sehat dapat dinilai dari kemampuannya menyesuaikan diri dengan perubahan zaman serta model industry.

Para pebisnis UKM kemudian perlu menguasai keahlian berinovasi, sehingga dapat membuat terobosan baru bagi perusahaan. Dalam konteks bisnis era digital, inovasi mencakup banyak aspek yang menjangkau bagian internal hingga eksternal. Kemampuan ini juga perlu diimbangi dengan kreativitas dalam mengembangkan produk atau memperluas jangkauan bidang usaha lewat produk-produk baru. (za/mp6).