Roti yang baru keluar dari oven akan mengeluarkan aroma gurih dan manis yang menggoda. Tapi, kadang juga roti hanya mengeluarkan bau ragi yang kuat, pertanda ada yang salah di proses pembuatannya. Dalam artikel ini kami akan membahas penyebab roti berbau ragi setelah dipanggang dan cara mencegah hal itu terjadi.
Penyebab Roti Berbau Ragi dan Cara Mengatasinya
Terlalu Banyak Ragi
Yah, aroma ragi pastinya berasal dari ragi itu sendiri. Dalam hal ini, Anda mungkin menambahkan terlalu banyak ragi ke dalam adonan. Ragi yang berlebih akan bekerja lebih aktif dan menghasilkan gas lebih banyak dalam waktu yang singkat. Akibatnya, aroma ragi akan sangat dominan.
Untuk menghindari hal ini, ikuti takaran ragi sesuai resep. Umumnya takarannya adalah sekitar 1 – 2% per berat tepung. Misalnya, jika tepungnya 1kg, maka jumlah raginya adalah 10gr – 20gr. Selain itu, sebaiknya gunakan timbangan untuk mengukur jumlah ragi agar akurat.

Freepik
Overproofing
Overproofing terjadi jika adonan dibiarkan mengembang terlalu lama. Dalam kondisi ini, ragi akan terus bekerja dan menghasilkan gas karbon dioksida dan alkohol secara berlebihan. Alkohol ini akan menguap saat pemanggangan dan menghasilkan aroma yang menyengat. Selain membuat roti berbau ragi setelah dioven, overproofing juga bisa menyebabkan rasa asam pada roti.
Untuk mencegah hal ini, sebaiknya pantau waktu proofing dengan baik dan lakukan poke test untuk mengetahui apakah proofing sudah cukup atau tidak. Caranya, tekan lembut adonan dengan jari yang sedikit basah. Jika adonan kembali dalam 3 detik, berarti adonan sudah siap ke tahap pemanggangan.
Jika Anda sedang sibuk dan tidak sempat memanggang adonan segera, cobalah untuk memperlambat proses proofing dengan memasukkan adonan ke dalam kulkas selama 30 menit.
Ragi Sudah Tidak Aktif
Ragi yang sudah kadaluarsa atau tidak aktif tidak bisa bekerja dengan baik. Akibatnya, proses fermentasi menjadi tidak sempurna dan menghasilkan aroma yang tidak sedap, termasuk bau ragi yang menyengat.
Selain membuat roti berbau ragi setelah dikeluarkan dari oven, ragi yang tidak aktif juga akan membuat roti tidak mengembang dengan baik dan jadi keras.
Salah satu penyebab ragi tidak aktif adalah cara menyimpannya yang salah. Ragi yang sudah dibuka kemasannya harus disimpan di dalam wadah kedap udara dan diletakkan di kulkas atau freezer, bukan di suhu ruang. Selain itu, ragi juga tidak boleh diletakkan di dekat garam dan kecap.

Freepik
Dengan memahami penyebab dan menerapkan tips di atas, Anda bisa mencegah roti berbau ragi dan menghasilkan roti yang lezat dan menggugah selera.
Selain memperhatikan ragi, penggunaan tepung terigu juga berperan penting dalam menciptakan roti dengan aroma dan tekstur yang sempurna.
Untuk hasil terbaik, pilihlah tepung terigu yang terpercaya, seperti Kantil dan Aster dari PT Manunggal Perkasa. Keduanya cocok untuk roti yang membutuhkan tekstur lembut dan mengembang sempurna, seperti roti manis, pizza, donat dan aneka pastry.(pj/mkt)

0 Komentar