Cilacap – Nusakambangan, sebagaian orang akan langsung bergidik jika mendengar nama ini. Tidak salah, karena pulau yang terletak di selatan Kabupaten Cilacap memang dikenal angker. Angker karena di pulau ini terdapat beberapa Lembaga Pemasyarakatan yang berisi narapidana dengan berbagai latar belakang kejahatan, salah satunya adalah kejahatan terorisme. Saat ini pemerintah terus berupaya menanggulangi aksi terorisme di tanah air. Berbagai strategi telah ditempuh, mulai dari pendekatan keras (hard approach) melalui etasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Negara Republik Indonesia (Densus 88 AT Polri) hingga kemudian menggunakan pendekatan yang lebih lunak (soft approach) dengan dibentuknya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Adanya BNPT yang berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terbukti membawa trend positif, dimana indikasinya adalah adanya penurunan tindak terorisme secara significant.
Dan demi mendukung upaya tersebut di atas, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Kantor Wilayah Jawa Tengah bekerjasama dengan Detasemen Khusus 88 Anti Teror dan PT. Manunggal Perkasa Cilacap mengadakan acara bertajuk Penggalangan Kemandirian “ Kewirausahaan Bakery “ bagi Narapidana Terorisme Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Besi Nusakambangan.

Foto : Salah satu pantai nan indah di pulau Nusakambangan
Acara tersebut bertujuan memberikan ketrampilan bagi napiter ( narapidana teroris ) dalam pembuatan makanan berbahan dasar tepung terigu. Sehingga diharapkan kelak saat para napiter sudah bebas dan kembali ke masayarakat maka sudah memiliki ketrampilan yang bisa digunakan untuk membuka usaha demi melanjutkan hidup yang lebih baik. Acara berlangsung akrab, kondusif dan interkatif. Tidak terlihat sama sekali rasa canggung para napiter dalam mengikuti acara dari awal sampai akhir. Mereka berbaur akrab, tekun mendengar bimbingan dan arahan dari team Baking PT. Manunggal Perkasa dalam mempraktekan resep. Ada 5 resep yang dipraktekan yaitu Bolu, Pangsit, Mie Ayam, Cookies dan Donat.

Foto : Sebagaian dari hasil praktek para napiter
Setelah berlangsung kurang lebih 3 jam, acara ditutup dengan mencicipi besama hasil praktek. Tampak raut muka bahagia dan puas dari para peserta, karena hari itu mereka telah memperoleh ketrampilan baru untuk bekal dalam memulai kehidupan yang lebih baik pada saat bebas kelak. (pj/mkt)

0 Komentar