Cara Memilih Tepung Terigu yang Tepat untuk Membuat Aneka Takjil

3 Maret 2026

0

Selama Ramadan, jualan takjil membuka peluang bisnis musiman yang cukup menjanjikan. Setiap hari, orang-orang berburu jajanan, yang membuat jualan aneka camilan tidak pernah sepi. Namun, sebelum mulai memulai, penting untuk mengetahui cara memilih tepung terigu yang tepat untuk aneka takjil yang akan Anda buat.

Tepung terigu memiliki tiga jenis, yaitu tepung protein rendah, tepung sebaguna, dan juga tepung protein tinggi. Masing-masing memiliki karakter berbeda-beda. Jika salah memilih tepung, hasilnya bisa gagal dan tidak layak jual. Berikut cara memilih tepung yang benar untuk aneka camilan berbuka puasa.

1. Tepung Terigu Protein Tinggi

Tepung protein tinggi memiliki kandungan gluten sekitar 12%-14%. Gluten inilah yang membuat adonan menjadi elastis, kenyal, dan mampu mengembang maksimal. Semakin tinggi proteinnya, semakin kuat jaringan gluten yang terbentuk.

Jenis tepung ini sangat cocok untuk camilan berbahan ragi atau yang membutuhkan daya kembang maksimal. Hasil akhirnya adalah empuk, berserat halus, dan terasa menul-menul saat digigit.

Contoh takjil yang cocok menggunakan tepung protein tinggi adalah: Bomboloni, donat, roti, roti goreng, odading, dan churros. Ini juga cocok dipakai untuk membuat kulit martabak, karena menghasilkan tekstur yang elastis dan tidak mudah sobek saat diregangkan.

Beberapa pilihan yang bisa Anda pertimbangkan adalah Kantil (protein 12–13,5%), Aster (protein 11,5–12,5%), dan Melati (protein 11–12,45%) dari PT Manunggal Perkasa. Ketiganya dikenal memiliki daya kembang optimal dan struktur gluten kuat sehingga adonan lebih stabil.

2. Tepung Terigu Protein Sedang (Serbaguna)

Kalau Anda ingin lebih praktis dan hanya membeli satu jenis tepung untuk berbagai macam takjil, maka tepung protein sedang adalah pilihan paling aman. Kandungan proteinnya berkisar antara 10% –11,5%, sehingga cukup fleksibel untuk berbagai olahan.

Contoh takjil yang cocok pakai tepung protein rendah adalah: pisang ijo, pastel, martabak manis atau terang bulan, kulit risoles, bakwan, brownis mini, tahu isi, dan aneka gorengan lainnya.

Salah satu rekomendasi tepung serbaguna dari PT Manunggal Perkasa adalah Soka, yang mengandung protein 10–11,5%.

3. Tepung Terigu Protein Rendah

Tepung protein rendah memiliki kandungan gluten paling sedikit, sekitar 7%–9,5%. Karena glutennya minim, tepung ini tidak menghasilkan elastisitas yang tinggi. Sebaliknya, ini membuat kue jadi garing, renyah dan rapuh.

Jenis takjil yang cocok menggunakan tepung protein rendah adalah bolu, martabak, gorengan, bahkan campuran vla. Selain takjik, tepung ini juga sangat ideal untuk membuat kue kering lebaran, seperti nastar, putri salju, dan kastengel.

Untuk pilihan tepungnya, Anda dapat tepung terigu merek Dahlia dan Bakung dari PT Manunggal Perkasa. Kedua tepung ini mendangung kadar protein 8,5–10,5%. 

Cara Memilih Tepung Terigu yang Tak Kalah Penting: Perhatikan Kualitasnya

Cara memilih tepung terigu yang tepat sebenarnya bukan hal yang rumit, asalkan Anda memahami kebutuhan adonan yang akan dibuat. Protein tinggi untuk adonan elastis dan mengembang sempurna, protein sedang untuk olahan serbaguna, dan protein rendah untuk camilan yang perlu tekstur renyah.

PT Manunggal Perkasa, produsen tepung berkualitas yang berbasis di Cilacap dan telah beroperasi sejak 1997, menghadirkan pilihan lengkap untuk berbagai kebutuhan tersebut. Selama puluhan tahun, produk kami telah menjadi andalan banyak UMKM dan bisnis berbasis tepung di berbagai daerah, karena kualitasnya konsisten, halus, dan halal.

0 Komentar