foto:freepik
Masalah jamur pada roti merupakan tantangan yang sering dihadapi oleh penjual roti. Selain merusak reputasi bisnis, hal ini juga bisa menimbulkan kerugian finansial karena roti tidak akan laku terjual. Solusi atas masalah ini adalah memperbaiki pengemasan roti. Simak artikel ini untuk mengetahui cara packing roti yang benar agar produk yang Anda jual tetap terjaga kualitas dan kesegarannya.
Baca juga: Kenapa Roti Tidak Boleh Disimpan di Kulkas?
Penyebab Roti Cepat Berjamur
Salah satu penyebab utama roti cepat berjamur adalah kelembapan. Jamur sangat menyukai lingkungan yang lembap. Jadi jika roti mengandung sedikit kelembaban atau terpapar udara lembap, maka jamur akan tumbuh dan berkembang biak dengan mudah.Selain itu, suhu roti yang hangat juga merupakan kondisi ideal bagi pertumbuhan jamur. Sehingga, jika Anda mengemas roti dalam keadaan hangat, maka itu akan mempercepat proses pembusukan. Bukan hanya itu, paparan udara juga memungkinkan spora jamur yang ada di udara menempel pada permukaan roti dan akhirnya tumbuh dan berkembang biak di sana.
Cara Packing Roti yang Benar
Berikut cara mengemas roti yang benar untuk memastikan produk Anda tidak berjamur dana tetap segar selama berhari-hari:
Gunakan Plastik Dengan Perekat
Kantong plastik adalah salah satu pilihan kemasan yang paling umum digunakan untuk mengemas roti karena dapat melindungi roti dari paparan udara dan kelembapan. Pilihlah kantong plastik Oriented Polystyrene (OPP) atau Low-Density Polyethylene (LDPE) yang dilengkapi dengan perekat! Jika Anda menggunakan plastik OPP polos tanpa perekat untuk mengemas roti, gunakan mesin sealer untuk menyegelnya. Caranya, lipat bagian ujung plastik, lalu tekan ujung lipatan dengan mesin sealer. Cara ini memastikan roti tertutup dengan baik sehingga mencegah masuknya udara yang dapat membawa kelembapan dan bakteri penyebab jamur.
foto:freepik
Tunggu Roti Benar-Benar Dingin Sebelum Dikemas
Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan oleh penjual roti adalah langsung memasukkan roti ke dalam kantong plastik saat masih dalam keadaan hangat. Padahal, ini justru bisa mempercepat pertumbuhan jamur. Ketika roti masih panas, uap air akan terperangkap di dalam kantong plastik dan menciptakan kelembapan yang ideal bagi perkembangan jamur. Jadi, meskipun uap pada plastik roti akan menciptakan kesan segar dan masih hangat, tapi sebaiknya hindari cara pengemasan ini, atau roti jualan Anda akan cepat rusak.
Rapatkan Kemasan Setelah Suhu Roti Dingin
Setelah roti dimasukkan ke dalam kantong plastik, sebaiknya tunggu beberapa saat sebelum merekatkan plastiknya. Biarkan sampai roti benar-benar dingin! Saat menutup kemasan roti, pastikan perekatnya menempel dengan baik. Jangan biarkan ada celah atau bagian kantong yang terbuka karena udara yang masuk akan memicu pertumbuhan jamur.
Jangan Pakai Tangan Langsung
Saat mengemas roti, gunakan sarung tangan atau alat pencapir untuk meminimalkan kontaminasi bakteri atau jamur. Selain itu, bersihkan tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah mengemas roti. Jika menggunakan alat pencapit, pastikan alat tersebut bersih dan steril sebelum digunakan.
Dengan mengikuti cara packing roti di atas, maka roti yang Anda jual akan bertahan 3-5 hari meskipun tidak menggunakan bahan pengawet.
Jika Anda memiliki usaha roti dan sedang mencari tepung terigu protein tinggi untuk bahan baku pembuatan roti, tepung terigu Kantil dari PT Manunggal Perkasa adalah pilihan tepat. Tepung terigu ini diproduksi dari gandung eksport kualitas terbaik, dan melalui proses yang higienis dan sesuai standar. Dengan kandungan protein hingga 13,5%, Anda akan menghasilkan roti yang mengembang dengan baik dan lembut.
(wh/pga)


0 Komentar