Kesalahan Memanggang yang Membuat Roti Jadi Gagal

16 November 2024

0

Membuat roti itu membutuhkan keterampilan dan banyak latihan. Proses pembuatannya juga lumayan panjang, mulai dari mencampur bahan-bahan, menguleni adonan, proofing, pembentukan, hingga pemanggangan. Setiap proses ini harus dilakukan dengan tepat karena kesalahan sedikit saja bisa membuat hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Dalam artikel ini, kami akan membahas kesalahan dalam memanggang yang membuat roti jadi gagal.

Mengenal Proses Memanggang Dalam Pembuatan Roti

Memanggang adalah proses memasak adonan roti dengan menggunakan panas dari oven. Dalam proses ini, adonan yang telah difermentasi akan mengalami perubahan tekstur dan bentuk karena terpapar suhu tinggi, biasanya antara 175°C hingga 220°C, tergantung jenis roti yang dibuat.

Suhu tinggi akan membantu gas yang terperangkap dalam adonan mengembang, sehingga roti menjadi berongga dan ringan. Selain itu, suhu panas dalam oven juga membuat bagian luar adonan mengering dan berubah warna menjadi keemasan atau kecoklatan, membentuk kulit yang renyah.

Pada akhirnya, proses ini akan mengubah adonan yang lembek menjadi roti yang matang dengan tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam.

Kesalahan Dalam Memanggang Roti yang Harus Dihindari

Berikut beberapa kesalahan umum yang bisa membuat hasil roti tidak sesuai yang diinginkan:

Menaburkan Tepung pada Adonan Basah

Banyak pembuat roti sering melakukan kesalahan ini, terutama jika merasa adonan terlalu lengket. Padahal, menaburkan tepung pada adonan bisa membuatnya jadi kering. Alhasil, roti yang dihasilkan jadi keras dan kurang empuk.

Cara yang benar : Adonan roti membutuhkan kelembaban untuk mengembang dengan baik. Sebaiknya oleskan susu atau semprotkan sedikit air di atas adonan sebelum dipanggang untuk memberikan kelembaban.

Suhu Oven Tidak Tepat

Suhu oven yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah pada roti. Suhu oven yang terlalu rendah bisa membuat roti tidak matang sempurna, sementara suhu yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan bagian bawah dan kulit roti hangus. Perlu diingat bahwa termostat internal oven kadang tidak tepat karena termostat hanya mengukur suhu di tempat termometer berada.

Cara yang benar : Gunakan termometer oven untuk mengetahui suhu oven yang sebenarnya dan panggang roti sesuai suhu yang disebutkan dalam resep.

Tidak Memanaskan Oven Sebelum Memasukkan Adonan

Jika Anda memasukkan adonan ke dalam oven sebelum memanaskan oven terlebih dahulu, maka ragi tidak akan berfungsi dengan optimal. Akibatnya, gas yang dihasilkan ragi tidak banyak, sehingga adonan tidak akan mengembang dengan baik dan justru menjadi bantat. Selain itu, aroma khas roti juga mungkin tidak keluar.

Cara yang benar : Panaskan oven terlebih dahulu, dan pastikan suhunya sudah tepat sebelum adonan dimasukkan.

Mengeluarkan Roti dari Oven Terlalu Cepat

Saat melihat permukaan roti sudah berwarna kecoklatan, Anda mungkin berpikir bahwa itu sudah matang dan segera mengeluarkannya dari oven. Ini tidak sepenuhnya salah, tapi jika Anda memanggangnya sedikit lama hingga kulitnya berwarna coklat keemasan, Anda akan mengaktifkan reaksi Maillard, yang menghasilkan roti kaya rasa dan lezat.

Reaksi Maillard adalah proses kimia yang terjadi antara asam amino (komponen protein) dan gula ketika makanan dipanaskan pada suhu tinggi. Reaksi ini menghasilkan warna cokelat pada permukaan makanan dan menciptakan aroma serta rasa yang lebih kaya dan kompleks.

Cara yang benar : Panggang roti sampai kulitnya berwarna coklat keemasan dan mengeluarkan aroma khas yang menggoda, atau ikuti petunjuk dalam resep.

Tidak Mendinginkan Roti Setelah Dipanggang

Setelah roti selesai dipanggang, ia masih akan mengandung sedikit kelembapan. Jika Anda mengiris roti dalam keadaan panas, maka bagian dalam roti akan jadi lengket.

Cara yang benar : Keluarkan roti dari loyang setelah Anda mengeluarkannya dari oven, dan biarkan hingga dingin di atas cooling rack. Proses pendinginan ini memungkinkan uap air di dalam roti mengendap dengan baik, sehingga roti menjadi lebih stabil dan memiliki tekstur yang pas.

Selain lima kesalahan di atas, pemilihan tepung terigu juga bisa menyebabkan roti yang Anda buat jadi gagal. Seperti kita ketahui, tepung terigu memiliki kadar protein yang berbeda, yang memengaruhi kekenyalan roti saat dikeluarkan dari oven.

Jika Anda menggunakan tepung protein rendah, maka roti bisa jadi bantat dan tidak berpori. Oleh karena itu, untuk hasil terbaik, gunakan tepung terigu protein tinggi. Kami merekomendasikan merek KANTIL, yang telah dipercaya oleh banyak pengusaha roti dan terbukti bisa menghasilkan roti yang empuk, lembut dan lezat.(pj/mkt)

_________________________________

Referensi:

https://www.cnet.com/health/top-bread-baking-mistakes/

https://www.myrecipes.com/how-to/how-to-avoid-the-most-common-bread-baking-mistakes

https://www.houstonmethodist.org/blog/articles/2021/sep/food-safety-do-you-really-need-to-preheat-your-oven/#:~:text=If%20you%20skip%20this%20step,the%20oven%20is%20fully%20preheated.

 

 

0 Komentar