Dalam pembuatan roti, mixing merupakan tahap yang sangat penting karena akan menentukan roti yang kita buat. Sayangnya, banyak orang mungkin mengabaikan tahap ini, dan melihatnya hanya sebagai proses mencampurkan bahan-bahan saja. Padahal, mixing merupakan proses multi-langkah yang melibatkan penakaran bahan-bahan, pencampuran dan pengadukan hingga adonan memiliki tekstur yang ideal.
Pentingnya Menakar Bahan
Anda perlu menakar bahan-bahan yang tepat agar adonan tidak terlalu keras atau lembek. Sebaiknya ikuti resep yang menggunakan takaran timbangan, bukan ukuran sendok untuk menghindari kelebihan atau kekurangan bahan. Perhatikan juga penggunaan telur dan air.
Jika Anda tidak menggunakan telur, Anda perlu menambahkan lebih banyak air agar adonan tidak keras. 1 butir telur umumnya setara dengan 45-60 gram air.
Setelah bahan-bahan ditakar dengan benar, langkah berikutnya adalah pencampuran. Umumnya, ini dilakukan dengan mencampur bahan kering terlebih dahulu, kemudian ditambahkan bahan cair, dan terakhir butter/margarin. Ada beberapa metode mixing yang bisa Anda pilih (yang kami bahas di poin di bawah).

Foto: Freepik
Tujuan Mixing Dalam Baking
Tujuan utama mixing adalah mendistribusikan sel ragi ke seluruh adonan, dan mengaktifkannya. Ragi yang aktif akan menghasilkan gas selama proofing, atau proses fermentasi. Mixing juga menghidrasi tepung dan bahan kering lainnya untuk membentuk gluten. Gluten yang terbentuk dengan baik akan memberikan elastisitas pada adonan, sehingga mampu menahan gas yang dihasilkan oleh ragi, dan membuat adonan mengembang. Selain itu, tekstur akhir roti sangat dipengaruhi oleh tahap mixing. Adonan yang diadon dengan baik akan menghasilkan roti dengan pori-pori yang merata dan tekstur yang halus. Sebaliknya, mixing yang kurang tepat dapat menghasilkan roti dengan tekstur yang kasar dan tidak empuk.

Foto: Unsplash
Metode Mixing yang Tepat
Ada tiga metode yang umum digunakan dalam mencampur adonan, yaitu Straight Dough, Modified Mixing, dan Sponge Method. Straight dough adalah metode pencampuran yang paling sederhana. Metode ini hanya terdiri dari satu langkah, yaitu campurkan semua bahan ke dalam mangkuk lalu aduk. Sayangnya, jika menggunakan metode ini, ada kemungkinan ragi tidak terdistribusi secara merata di dalam adonan.
Modified mixing pada dasarnya merupakan modifikasi dari metode straight dough, dengan tujuan agar gula tercampur secara merata di dalam adonan. Caranya dengan melarutkan ragi ke bahan cair, lalu dicampur dengan bahan kering dan diaduk hingga menjadi adonan
kalis. Sponge method dianggap sebagai metode mixing yang sangat efektif untuk mendapatkan tekstur yang lebih baik, mengembang, dan bahkan memiliki rasa yang lebih lezat. Metode ini dilakukan mencampur sebagian bahan cair, ragi, dan tepung (dan terkadang sebagian gula). Biarkan campuran tersebut berfermentasi hingga mengembang dua kali lipat. Setelah itu kempiskan adonan dan masukkan sisa tepung dan bahan lainnya, kemudian aduk hingga adonan menjadi elastis.
Dengan memahami pentingnya tahap mixing dan menerapkan metode yang tepat, Anda akan menghasilkan roti yang empuk dan lezat. Tapi, penting juga untuk memperhatikan bahan-bahan yang Anda gunakan. Pastikan ragi masih aktif, dan pilihlah tepung terigu protein tinggi yang dijamin kualitasnya. Jika Anda sedang mencari rekomendasi merek tepung terigu berkualitas tinggi, produk PT Manunggal Perkasa adalah pilihan tepat. Untuk pembuatan roti, pilihlah merek Kantil atau Aster, yang memiliki kadar protein hingga 12%-13%.(pj/mkt)
…………………………
Keyword: Pentingnya tahap mixing
Meta description: Setiap bakers perlu memahami pentingnya tahap mixing, yaitu membantu membentuk gluten, mendistribusikan ragi, dan membentuk adonan yang elastis.
Referensi:
https://swissbake.ch/blog-detail/importance-of-dough-mixing-and-fermentation#:~:text=Purposes%20Of%20Mixing%20Dough%20Are,flour%20and%20other%20dry%20ingredients

0 Komentar