
Burger merupakan salah satu makanan populer di Indonesia. Roti bundar yang mengapit daging, keju, dan sayuran segar ini hampir bisa ditemukan di mana-mana, mulai dari restoran cepat saji, cafe, hingga pedagang kaki lima. Padahal, burger bukan makan asli Indonesia, melainkan dari Eropa dan dipopulerkan di Amerika Serikat. Terus, bagaimana sejarah burger di Indonesia dan kapan makanan ini pertama kali masuk ke tanah air? mari kita bahas!
Dari Mana Asalnya Burger?
Sebelum membahas sejarah burger Indonesia, ada baiknya kita mundur sedikit dan melihat asal usulnya! Perjalanan burger dimulai dari bangsa Tartar (Mongol) pada abad ke-13. Para prajurit Mongol mengonsumsi daging cincang mentah yang dilunakkan di bawah pelana kuda mereka. Kebiasaan ini kemudian berkembang menjadi hidangan bernama Steak Tartare ketika dibawa ke wilayah Rusia.
Perjalanan kuliner ini berlanjut ke Hamburg, Jerman. Di kota inilah daging cincang mulai dimasak dan dikenal sebagai Hamburg Steak. Hidangan ini kemudian dibawa para imigran Jerman ke Amerika Serikat pada abad ke-19. Nah, di Amerika lah lahir burger, yaitu roti bundar dibelah dua kemudian diberi isian patty, keju, sayuran dan saus.

Sejarah Burger di Indonesia
Anda mungkin tidak menyangka kalau burger pertama kali hadir di Indonesia bukan melalui perusahaan luar negeri. Yah, menurut catatan kuliner, burger Indonesia diperkenalkan oleh restoran bernama American Hamburger pada tahun 1977. Meskipun namanya berbau Amerika, restoran ini merupakan merek lokal.
Masuk tahun 1980-an, barulah restoran cepat saji besar dari luar negeri mulai membuka cabang di Indonesia. Kedatangan mereka membuat masyarakat semakin familiar dengan burger.
Namun, ketika krisis moneter melanda Indonesia pada tahun 1998, gerai burger asal luar negeri terpaksa tutup. Meski begitu, setelah kondisi membaik, mereka kembali beroperasi dan burger semakin diminati. Kini, kita bisa menemukan banyak varian burger, dan beberapa diantaranya disesuaikan dengan karakter khas Nusantara.
Adaptasi Burger di Indonesia
Seiring meningkat popularitas burger, makanan ini mulai mengalami penyesuaian agar lebih sesuai dengan selera lokal. Beberapa varian dengan cita rasa khas Indonesia adalah burger ayam sambal matah, burger rendang, burger ayam geprek, bahkan burger dengan cabai rawit.
Tidak hanya dari sisi rasa, cara penyajian dan bentuknya pun ikut berkembang. Anda bisa menemukan burger mini, burger jumbo, hingga burger dengan charcoal bun. Bahkan ada juga restoran yang menyuguhkan gourmet burger dengan bahan-bahan premium seperti daging wagyu, brioche bun, hingga keju artisan.

Mulai Bisnis Burger Bun Dengan Tepung Berkualitas di PT Manunggal Perkasa
Jika Anda sedang mempertimbangkan membuka usaha kecil dari rumah, burger bun bisa jadi ide menarik. Target pembelinya adalah pedagang gerobak burger atau orang-orang yang ingin membuat burger sendiri di rumah.
Untuk menghasilkan bun yang lembut, mengembang sempurna, dan kokoh, tentu Anda membutuhkan tepung terigu dengan mutu yang tepat. PT Manunggal Perkasa bisa menjawab kebutuhan ini.
Produk unggulan kami, seperti Kantil dan Aster dikenal memiliki kualitas yang konsisten, mudah diolah, dan cocok untuk pembuatan bun. Banyak pengusaha bakery memilihnya karena hasil rotinya lebih halus dan lembut.

0 Komentar