Sejarah Kue Nastar di Indonesia, Kue Favorit Saat Lebaran

9 Maret 2026

0

Nastar adalah salah satu kue kering yang telah menjadi ciri khas perayaan Lebaran. Kue berbentuk bulat dengan isian selai nanas ini disukai banyak orang karena rasanya yang unik. Ada rasa manis dan sedikit asam, yang ketika dimakan, terasa lumer di mulut.

Namun, tahukah Anda bahwa nastar sebenarnya bukan kue asli Indonesia? Kue ini sebenarnya berasal dari Belanda dan mengalami banyak adaptasi, sebelum akhirnya menjadi ikon Lebaran seperti sekarang. Mari kita telusuri sejarah kue nastar hingga begitu melekat dalam tradisi perayaan di Indonesia.

Asal Usul dan Sejarah Kue Nastar

Nama nastar berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Belanda, yaitu Ananas yang berarti nanas dan Taartjes yang berarti tart kecil. Awalnya, nastar merupakan adaptasi dari kue pai khas Belanda yang menggunakan isian selai blueberry, apel, atau stroberi.

Ketika masa penjajahan, orang belanda membawa resep pai tersebut ke Indonesia. Namun, pada masa itu, bahan seperti stroberi, apel, dan blueberry cukup sulit ditemukan di Indonesia. Sebagai alternatif, dipilihlah nanas, yang lebih mudah diperoleh di wilayah tropis. Apalagi, buah ini juga punya cita rasa asam, sama seperti stroberi.

Selain menyesuaikan isian, bentuknya juga mengalami perubahan. Jika di Eropa pai dibuat dalam ukuran besar lalu dipotong-potong, di Indonesia nastar dibuat menjadi bulat kecil sekali gigit. Bentuk ini lebih praktis disajikan, mudah ditata dalam stoples, dan lebih tahan lama di udara tropis yang lembap.

Nastar Awalnya untuk Kalangan Bangsawan

Pada awal kemunculannya di Indonesia, nastar bukanlah makanan yang bisa dinikmati oleh semua kalangan. Hal ini karena bahan utama untuk membuat nastar, seperti mentega dan tepung terigu harus diimpor dari Eropa, yang membuat harganya relatif mahal.

Karena itu, kue kering ini hanya disajikan di rumah keluarga bangsawan, pejabat kolonial Belanda, atau kalangan elite.

Tapi, seiring berjalannya waktu, resep nastar mulai dikenal oleh masyarakat lokal. Kue ini perlahan menjadi simbol sajian istimewa yang dihidangkan saat perayaan hari besar. Isian dan bentuknya pun semakin beragam.

Nastar Identik dengan Perayaan Hari Besar

Saat ini, nastar sangat lekat dengan tradisi Lebaran di Indonesia. Hampir setiap rumah menyajikan kue ini sebagai hidangan untuk keluarga dan tamu yang datang bersilaturahmi. Hal ini berakar dari sejarah kue nastar pada masa kolonial. Pada saat itu, ada tradisi mengantar kue nastar dari keluarga Eropa kepada kaum priyayi yang sedang merayakan Lebaran.

Menariknya, nastar tidak hanya hadir saat Lebaran. Kue ini juga banyak dijumpai dalam berbagai perayaan lain, seperti Natal dan Tahun Baru Imlek. Dalam budaya Tionghoa, nastar sering dimaknai sebagai simbol buah pir emas yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.

Buat Nastar Lebaran Menggunakan Tepung Berkualitas dari PT Manunggal Perkasa

Sejarah kue nastar cukup menarik yah, berasal dari Belanda kemudian jadi icon perayaan besar, seperti Lebaran. Ini juga menjadi peluang bisnis musiman yang cukup menjanjikan. Banyak orang lebih memilih membeli nastar daripada membuat sendiri di rumah.

Bagi Anda yang memiliki usaha kue kering, dan membutuhkan tepung terigu berkualitas, produk PT Manunggal Perkasa bisa jadi pilihan. Untuk nastar, kami rekomendasikan menggunakan tepung protein rendah merek Dahlia dan Bakung. Kedua tepung ini dapat menghasilkan nastar yang renyah di luar tapi lembut dan lumer di mulut.

0 Komentar