5 Kesalahan Umum Saat Membuat Kue Nastar dan Cara Mengatasinya

16 Maret 2026

0

Membuat kue nastar mungkin kelihatannya sederhana. Jika melihat video resep, prosesnya hanya mencampur adonan, bikin bulatan kecil diisi selai nanas, dioles kuning telur lalu dipanggang. Tapi pada praktiknya, membuat nastar yang mulus, lumer, dan tahan lama butuh teknik yang tepat. Jika salah sedikit pada prosesnya, nastar bisa retak, meleber, atau bahkan cepat berjamur.

Dalam artikel ini, kami akan membahas berbagai kesalahan yang membuat kue nastar gagal dan cara mengatasinya.

1. Nastar Retak Setelah Dipanggang

Ini adalah masalah yang paling sering dialami pembuat nastar pemula. Ada dua penyebab nastar retak, salah satunya karena selai nanasnya masih terlalu basah. Jadi, saat dipanggang, uap air dari selai akan terdorong keluar sehingga membuat kulit adonan jadi pecah.

Penyebab lainnya adalah suhu oven yang terlalu panas. Hal ini membuat permukaan nastar matang duluan. Ketika bagian dalamnya mulai mengembang, kulit luar jadi pecah.

Cara mngatasinya, pastikan Anda memasak selai nanas sampai benar-benar kering dan liat. Selain itu, gunakan suhu oven 140-160 derajat celcius saat memanggang nastar.

2. Tekstur Nastar Keras dan Alot

Nastar yang bagus harusnya lembut dan prul atau lumer di mulut, bukan keras seperti biskuit. Penyebab nastar keras adalah mengaduk adonan terlalu lama (overmixing) atau menggunakan terigu protein tinggi.

Untuk mengatasinya, gunakan tepung protein rendah seperti tepung terigu Dahlia dan Bakung dari PT Manunggal Perkasa. Selain itu, aduk adonan cukup sampai tercampur rata saja. Tidak perlu diuleni seperti membuat roti.

3. Bentuk Nastar Meleber

Anda mungkin pernah membuat kue nastar yang awalnya bulat cantik, tapi setelah dipanggang malah melebar dan terlihat gepeng. Biasanya, hal ini terjadi karena mentega atau margarin dikocok terlalu lama bersama gula, sehingga adonan terlalu mengembang. Bisa juga karena suhu oven terlalu rendah, yang membuat adonan lama meleleh sebelum sempat mengeras.

Cara mengatasinya, kocok mentega atau butter dengan gula cukup 1-2 menit saja, asal sudah tercampur rata. Jangan sampai terlalu fluffy seperti membuat cake. Jika cuaca sedang panas dan adonan terasa lembek, Anda bisa menyimpannya di kulkas sekitar 15 menit sebelum dipulung.

4. Olesan Kuning Telur Kusam atau Retak

Nastar yang cantik biasanya punya permukaan kuning keemasan yang mengkilap dan mulus. Kalau olesannya terlihat kusam atau bahkan retak, kemungkinan Anda mengolesnya saat adonan masih mentah. Jadi, ketika adonan mengembang di oven, lapisan telur bisa ikut pecah.

Cara mengatasinya, panggang nastar sampai matang 80%, lalu keluarkan dari oven. Biarkan agak dingin, baru oleskan kuning telur. Untuk hasil yang lebih glowing, Anda bisa menambahkan sedikit minyak goreng dan madu atau susu kental manis ke dalam kuning telur. Gunakan telur telur ayam kampung karena warnanya biasanya lebih cantik.

5. Nastar Cepat Berjamur

Ini masalah yang cukup merugikan, terutama jika Anda membuat kue nastar untuk jualan. Penyebab kue berjamur adalah kelembapan. Entah selai nanasnya masih mengandung air, atau nastar dimasukkan ke toples saat masih hangat.

Cara mengatasinya, pastikan selai dimasak hingga warnanya lebih gelap dan teksturnya benar-benar liat. Selain itu, setelah nastar matang, biarkan dingin sebelum dimasukkan ke toples kedap udara. Jangan pernah menutup toples saat kue masih hangat, karena uap panas yang terperangkap bisa mempercepat pertumbuhan jamur.

Kunci Bikin Nastar Cantik: Teknik Tepat & Bahan Berkualitas

Intinya, kunci membuat kue nastar yang sempurna adalah ketelitian, teknik yang benar, dan bahan yang tepat. Selain itu, jangan asal-asalan dalam memilih bahan baku, apalagi kalau nastarnya untuk dijual.

Untuk tepung terigu, Anda dapat memercayakan kebutuhan tepung terigu pada PT Manunggal Perkasa. Produk kami sudah memiliki sertifikat halal MUI, sertifikat SNI 3751, dan Sertifikasi ISO 22000. Dengan kualitas produk yang stabil ini, Anda dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan layak jual.

0 Komentar