
Setiap hari kita mengonsumsi karbohidrat, seperti nasi, roti dan mie sebagai sumber energi. Namun, zat gizi ini tidak langsung berubah menjadi energi begitu Anda mengonsumsinya. Ada proses kompleks di baliknya, yang disebut metabolisme karbohidrat. Mari kita bahas bagaimana proses ini bekerja!
Apa itu Metabolisme Karbohidrat?
Metabolisme karbohidrat adalah proses kimia yang terjadi di dalam sel tubuh untuk mengolah karbohidrat dari makanan jadi energi. Proses ini melibatkan beberapa tahapan yang saling berhubungan. Tujuannya satu, yaitu memastikan setiap sel tubuh mendapatkan “bahan bakar” yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan baik.
Proses Metabolisme Karbohidrat dalam Tubuh

Berikut adalah tahapan-tahapan cara kerja karbohidrat dalam metabolisme tubuh:
1. Tahap Pencernaan
Proses metabolisme karbohidrat dimulai sejak makanan masuk ke mulut. Saat Anda mengunyah makanan, gigi membantu menghancurkan karbohidrat menjadi bagian yang lebih kecil. Pada tahap ini, air liur yang mengandung enzim mulai memecah karbohidrat kompleks, seperti pati.
Setelah makanan masuk ke lambung, lingkungan yang bersifat asam menghentikan kerja enzim dari air liur. Meski begitu, lambung tetap berperan dengan mengaduk dan mencampur makanan agar siap dicerna lebih lanjut.
Nah, tahap utama pencernaan karbohidrat terjadi di usus halus. Di sini, enzim dari pankreas bekerja memecah karbohidrat menjadi bentuk yang lebih sederhana. Enzim pada dinding usus kemudian memecahnya menjadi unit terkecil yang disebut monosakarida, yaitu glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
2. Penyerapan ke Dalam Darah
Setelah dipecah menjadi glukosa, zat-zat ini diserap melalui dinding usus halus dan masuk ke dalam aliran darah. Pada tahap ini, kadar gula dalam darah akan mengalami peningkatan.
Darah kemudian berperan seperti kurir atau sistem transportasi, yang mengantarkan glukosa ke seluruh bagian tubuh.
3. Peran Insulin dalam Menghantarkan Energi
Glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel begitu saja. Tubuh memerlukan bantuan hormon yang disebut insulin, yang diproduksi oleh pankreas.
Hebatnya, saat kadar gula darah naik, pankreas akan secara otomatis melepaskan insulin. Insulin bertugas memberi sinyal kepada sel-sel tubuh agar menyerap glukosa dan menggunakannya sebagai energi.
4. Produksi Energi di Dalam Sel
Setelah glukosa masuk ke dalam sel, proses produksi energi pun dimulai. Pada tahap awal, glukosa dipecah menjadi molekul yang lebih kecil dan menghasilkan sedikit energi. Jika tubuh memiliki cukup oksigen, proses berlanjut untuk menghasilkan energi siap pakai yang disebut ATP (Adenosine Triphosphate). ATP inilah yang digunakan jantung berdetak, otak untuk berpikir, dan organ-organ lain untuk menjalankan fungsinya.
5. Penyimpanan Cadangan Energi
Tidak semua glukosa langsung digunakan saat itu juga. Jika kebutuhan energi tubuh sudah tercukupi, kelebihan glukosa akan disimpan sebagai cadangan energi.
Glukosa disimpan oleh tubuh dalam bentuk glikogen di hati dan otot. Cadangan ini akan digunakan saat Anda membutuhkan energi tambahan, misalnya saat berolahraga, beraktivitas berat, atau ketika Anda tidak makan dalam waktu yang cukup lama.
Dari penjelasan di atas, kita bisa melihat betapa pentingnya peran karbohidrat dalam mendukung metabolisme tubuh. Tanpa proses metabolisme karbohidrat yang baik, tubuh tidak akan mampu mengubah makanan menjadi energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas.
Pilih Sumber Karbohidrat Berkualitas untuk Mendukung Usaha Anda
Salah satu sumber karbohidrat populer di Indonesia adalah roti, mie dan makanan olahan berbahan dasar tepung lainnya. Jika Anda memiliki bisnis kuliner dan membutuhkan tepung terigu berkualitas, PT Manunggal Perkasa bisa menjawab kebutuhan Anda.
Produk PT Manunggal Perkasa telah dipercaya oleh banyak pelaku usaha kuliner dan UMKM di Indonesia, utamanya di Pulau Jawa. Jenisnya pun beragam, mulai dari tepung terigu protein rendah untuk membuat kue kering, tepung protein sedang untuk membuat donat dan brownies, dan tepung protein tinggi untuk membuat roti, pastry dan mie.