
Belakangan ini, karbohidrat sering mendapat cap buruk karena dianggap dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Tak heran, banyak orang mulai menghindari nasi, roti, atau mie, bahkan rela menjalani diet tanpa karbohidrat sama sekali. Tapi, sebelum Anda ikut-ikutan menjauhi karbohidrat, pernahkah bertanya: benarkah karbohidrat bikin gemuk? Yuk, kita cek faktanya dalam artikel ini.
Benarkah Karbohidrat Bikin Gemuk?
Jawabannya tidak. Karbohidrat bukan penyebab tunggal kegemukan. Berat badan naik karena kelebihan kalori secara total, bukan semata-mata karena satu jenis zat gizi.
Karbohidrat tidak akan membuat gemuk selama Anda memilih jenis yang tepat dan mengonsumsinya dalam jumlah wajar. Jenis yang disarankan adalah karbohidrat kompleks, seperti ubi, nasi merah, dan aneka sayuran. Jenis karbohidrat ini kaya serat, sehingga membuat Anda merasa kenyang lebih lama, dan mencegah kegemukan.
Lalu, Mengapa Karbohidrat Sering Dikambinghitamkan?

Banyak orang merasa berat badannya naik drastis setelah makan banyak karbohidrat, misalnya mi instan, pizza, atau kue manis. Dari sini muncul anggapan bahwa karbohidrat lah penyebabnya.
Di sinilah kesalahan berpikirnya. Penyebab kenaikan berat badan ada pada jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi, bukan karbohidrat itu sendiri.
Makanan seperti mi instan atau pizza tidak hanya mengandung karbohidrat sederhana, tapi juga ada lemak, gula, dan kalori yang sangat tinggi. Masalah diperburuk ketika asupan kalori yang Anda konsumsi lebih banyak daripada yang bisa dibakar tubuh. Nah, kelebihan energi inilah yang akhirnya disimpan sebagai lemak dan membuat gemuk.
Tapi, konsumsi karbohidrat yang berlebih tanpa dibarengi olahraga juga bisa menambah timbunan lemak. Pada dasarnya, tubuh kita akan menyimpan kelebihan energi dari karbohidrat di hati dan otot. Sayangnya, kapasitasnya terbatas.
Jika tangki energi sudah penuh, sementata Anda terus mengonsumsi karbohidrat, terutama yang manis-manis, tanpa diimbangi aktivitas fisik, tubuh tidak punya pilihan lain selain mengubahnya jadi lemak. Inilah yang kemudian memicu perut buncit atau berat badan naik.
Faktanya, Karbohidrat Justru Sangat Dibutuhkan Tubuh
Karbohidrat adalah bagian penting dari pola makan sehat. Rekomendasi saat ini menyebutkan bahwa sekitar setengah dari kebutuhan energi harian kita sebaiknya berasal dari karbohidrat.
Angka ini mungkin terdengar besar, tapi ada alasan kuat di baliknya. Karbohidrat merupakan sumber energi utama untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Selain itu, makanan sumber karbohidrat juga menyediakan vitamin, mineral, dan serat yang penting bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Sebaliknya, mengurangi karbohidrat secara ekstrem dapat meningkatkan risiko kekurangan nutrisi, dan berbagai gangguan kesehatan.
Tips Mengonsumsi Karbohidrat agar Tetap Seimbang

Agar manfaat karbohidrat bisa Anda rasakan tanpa khawatir berat badan naik, perhatikan beberapa tips berikut:
- Jangan makan karbohidrat saja. Tambahkan sayuran dan protein sebagai sumber serat dan vitamin seperti brokoli, bayam, tahu, atau ayam.
- Pilih minuman yang lebih sehat. Jadikan air putih atau minuman tanpa pemanis sebagai pilihan utama.
- Batasi makanan tinggi gula, lemak, dan garam. Biasakan membaca label nutrisi untuk membantu Anda membuat pilihan yang lebih bijak.
- Rutin olahraga, terutama yang dapat membentuk massa otot agar kelebihan energi tidak disimpan jadi lemak.
Jadi, apakah karbohidrat bikin gemuk? jawabannya tidak yah. Karbohidrat justru bisa menjadi sahabat Anda dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lancar.
PT Manunggal Perkasa Hadirkan Tepung Terigu Berkualitas Tinggi
Bagi Anda yang bergerak di bidang kuliner atau UMKM dan membutuhkan tepung terigu, PT Manunggal Perkasa siap jadi mitra Anda. PT Manunggal Perkasa adalah produsen tepung terigu berkualitas tinggi. Produk kami diolah dari biji gandum pilihan yang diimpor dari Amerika, Australia, dan Eropa. Seluruh proses produksinya dilakukan dengan standar ketat dan mesin berteknologi canggih. Setiap produk juga melalui pengawasan quality control yang menyeluruh, sehingga kualitasnya terjaga.