Panada adalah salah satu makanan khas Manado yang cukup unik. Bentuknya mirip bulan sabit, teksturnya empuk, berisi ikan dan rasanya pedas gurih. Menariknya, meski kini dikenal sebagai kuliner Minahasa, panada sebenarnya memiliki akar sejarah dari Eropa. Mari kita telusuri sejarah panada!

Asal-Usul dan Sejarah Panada

Panada bisa dibilang sebagai warisan dari era penjelajahan. Jajanan ini diyakini dibawa ke wilayah Minahasa oleh bangsa Spanyol (beberapa catatan juga menyebutkan Portugis) pada masa kolonial. Saat itu, pelaut Spanyol yang berbasis di Filipina kerap berlayar menuju pesisir Sulawesi Utara untuk mencari rempah-rempah.

Pada saat yang sama, mereka membawa makanan khas mereka, yaitu roti isi yang disebut empanada. Nama empanada berasal dari bahasa Spanyol, yaitu empanar, yang berarti “membungkus” atau “membalut” makanan dengan adonan roti.

Uniknya, empanada sendiri memiliki banyak varian di berbagai negara. Di Spanyol, empanada khas Galicia biasanya berbentuk persegi dengan kulit adonan tipis, berisi campuran ikan tuna dan tomat berbumbu.

Sementara di Argentina dan Chili, empanada berbentuk setengah lingkaran dan diisi daging sapi cincang yang gurih. Bentuk inilah yang paling mirip dengan panada yang kita kenal sekarang.

Panada Mengalami Adaptasi Lokal: Isi Cakalang dan Pedas

Di tangan masyarakat Manado, empanada kemudian diadaptasi jadi panada. Mereka mengolahnya sesuai selera lokal dan menggunakan bahan-bahan yang melimpah di sana.

Alih-alih menggunakan daging sapi, panada Manado diisi dengan ikan cakalang. Ikan ini disuwir dan dimasak dengan bumbu panpis, yaitu racikan khas yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, daun jeruk, serai, kemangi, dan cabai dalam jumlah melimpah.

Adonan kulit panada pun mengalami penyesuaian. Ini terbuat dari campuran tepung terigu, ragi, gula, dan santan. Adonan ini menghasilkan tekstur roti yang lembut dengan rasa gurih dan sedikit manis. Ketika digoreng, kulitnya mengembang dengan cantik.

PT Manunggal Siap Jadi Mitra untuk Mendukung Usaha Kue dan Roti Anda

Dari sejarah panada, kita bisa melihat bahwa jajanan ini merupakan hasil perpaduan budaya yang unik. Menariknya, panada tidak hanya tersedia di Manado, tapi sudah jadi jajanan populer di Indonesia. Ini bisa ditemukan di toko roti, pasar tradisional, toko kue, bahkan ada yang tersedia dalam bentuk frozen. Ini membuatnya jadi salah satu menu jualan yang laris manis.

Jika Anda memiliki bisnis kue dan roti dan sedang mencari tepung terigu, PT Manunggal Perkasa adalah pilihan tepat. Kami tidak hanya menjual produk, tapi juga secara rutin melakukan kegiatan positif untuk mendukung mitra kami, seperti grebek pasar, demo masak dan uji coba resep baru. Harapan kami adalah usaha Anda dapat terus berkembang dari waktu ke waktu.