
Saat membuat kue atau roti, Anda mungkin pernah bertanya-tanya: lebih baik pakai butter atau margarin? Keduanya memang terlihat mirip dan sering saling menggantikan. Tapi, sebenarnya butter dan margarin memiliki karakter yang sangat berbeda. Perbedaan ini bisa memengaruhi aroma, rasa, tekstur, bahkan biaya produksi. Agar Anda tidak salah pilih, mari kita bahas perbedaan kedua bahan ini, serta kelebihan dan kekurangannya.
Butter (Mentega): Unggul Dalam Aroma dan Rasa

Butter, atau biasa juga kita sebut mentega, terbuat dari lemak susu hewani, umumnya dari susu sapi. Ini telah menjadi bahan favorit banyak baker rumahan maupun profesional untuk menghasilkan roti dan kue premium.
Keunggulan butter terletak pada aromanya yang sangat harum dan rasa gurih khas susu. Butter juga memiliki titik leleh yang rendah, yaitu sekitar 30-38°C, hampir setara dengan suhu tubuh manusia. Itulah sebabnya kue berbahan butter sering memberi sensasi lumer di mulut.
Dari sisi tekstur, butter membuat:
- Kue kering, seperti nastar, menjadi sangat renyah dan rapuh
- Cake terasa lebih padat, lembut, dan kaya rasa
- Roti jadi lebih lembut karena butter berfungsi sebagai softener alami
Namun, butter juga punya kekurangan. Harganya relatif lebih mahal, mudah meleleh di suhu ruang, dan jika digunakan 100% pada kue kering, hasilnya bisa terlalu rapuh dan mudah hancur.
Margarin: Stabil dan Ekonomis

Berbeda dengan butter, margarin dibuat dari minyak nabati yang dipadatkan. Bahan ini sering menjadi pilihan karena lebih praktis dan ramah di kantong.
Keunggulan margarin adalah stabil di suhu ruang dan harganya jauh lebih terjangkau. Selain itu, margarin punya kemampuan emulsi yang baik, sehingga membantu adonan mengembang lebih stabil.
Untuk hasil akhir, margarin membuat:
- Cake atau bolu menjadi lebih empuk, lembap, dan strukturnya kokoh
- Kue kering terasa lebih garing dan tidak mudah hancur
Adapun kekurangannya, aroma margarin tidak seharum butter. Rasanya pun cenderung lebih netral atau sedikit asin, sehingga kurang memberikan karakter rasa yang kuat. Selain itu, kue dari margarin juga sering meninggalkan sensasi “berlilin” di mulut. Sementara jika digunakan membuat roti, margarin bisa membuat tekstur roti kering, keras, dan terasa seret.
Solusi Mencampur Butter dan Margarin
Kalau Anda ingin hasil yang seimbang, teknik mixing butter dan margarin bisa jadi solusi terbaik. Banyak pembuat kue profesional menggunakan perbandingan 1:1 atau 60% butter : 40% margarin dalam resep mereka.
Tujuannya untuk mendapatkan aroma dan rasa khas butter, tapi tetap mempertahankan struktur kue yang kokoh serta lebih ekonomis.
Kunci Kue Sempurna Dimulai dari Bahan yang Tepat
Penggunaan butter dan margarin masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika ingin hasilkan kue dan roti premium, butter adalah pilihan yang tepat. Jika ingin menekan biaya produksi, pakai margarin bisa jadi opsi yang bagus.
Tapi, hasil kue dan roti yang maksimal juga sangat ditentukan oleh tepung terigu yang Anda gunakan. Pastikan untuk selalu menggunakan tepung berkualitas agar hasil baking Anda selalu konsisten.
Sebagai produsen tepung terigu berkualitas di Indonesia, PT Manunggal Perkasa menghadirkan pilihan tepung untuk kebutuhan kue dan roti. Produk kami lengkap, mulai dari tepung protein rendah untuk kue kering yang renyah, tepung serbaguna untuk aneka cake, hingga tepung protein tinggi untuk roti yang mengembang sempurna dan bertekstur lembut.