
Di tengah kemudahan mendapatkan roti komersial, tren artisan bread kini kembali mencuri perhatian para pecinta kuliner di seluruh dunia. Roti ini dibuat secara manual, tanpa menggunakan mixer, dan proses pembuatannya lebih panjang. Tapi, hasilnya sepadan, karena roti yang dihasilkan memiliki rasa dan aroma yang khas, tekstur garing di luar lembut di dalam dan lebih sehat.
Yuk simak artikel ini untuk lebih memahami apa itu artisan bread, ciri khas visualnya yang bisa Anda kenali dengan mudah, hingga tahapan proses pembuatannya!

Artisan bread adalah roti yang dibuat secara manual menggunakan metode tradisional. Kata artisan sendiri berasal dari bahasa Prancis (Artisan) dan Italia (Artigiano) yang berarti sesuatu yang dibuat dengan keahlian tangan.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat roti artisan juga sangat simpel, hanya tepung, air, garam, dan ragi. Ragi yang dipakai pun bukan ragi komersial, melainkan alami yang biasa disebut starter.
Salah satu ciri utama artisan bread adalah proses fermentasi yang lambat (long fermentation), yang bisa berlangsung hingga 24 jam atau bahkan lebih. Proses ini memungkinkan ragi dan bakteri baik bekerja secara optimal untuk memecah pati dalam adonan.
Hasilnya, roti memiliki cita rasa yang lebih kompleks, teksturnya lebih berongga, dan lebih sehat karena lebih mudah dicerna oleh tubuh.
Ciri Khas Artisan Bread
Berikut karakteristik roti artisan, yang membuatnya berbeda dengan roti komersial:
1. Rasa dan Aroma
Karena melalui fermentasi tradisional, artisan bread memiliki rasa yang lebih kompleks, dengan aroma gurih dan sedikit asam. Beberapa baker bahkan menambahkan rempah atau herbal untuk memperkaya rasa dan aromanya.
2. Crust (Kulit Roti) Renyah
Kulit luar artisan bread lebih tebal dan renyah, dengan warna kecoklatan hingga keemasan. Warna dihasilkan melalui reaksi karamelisasi yang terjadi selama proses pemanggangan.
3. Crumb (Bagian Dalam) Berpori
Bagian dalam roti memiliki tekstur kenyal dengan pori-pori udara yang tidak seragam, ada yang besar, ada yang kecil. Ini menjadi salah satu tanda khas artisan bread yang autentik.
4. Ada Scoring (Sayatan Artistik)
Bagian atas roti biasanya memiliki sayatan khas. Selain memperindah tampilan, sayatan ini juga berfungsi untuk mengontrol arah pengembangan roti saat dipanggang.
5. Warna Alami
Tidak seperti roti putih pada umumnya, artisan bread memiliki warna yang lebih alami, tergantung jenis tepung yang digunakan, seperti gandum utuh atau rye.
Proses Pembuatan Artisan Bread
Membuat artisan bread membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Prosesnya bisa memakan waktu 12 hingga 48 jam, jauh lebih lama dibandingkan roti biasa. Berikut tahapan-tahapannya:
1. Mixing (Pencampuran)
Tepung, air, ragi, dan garam dicampur hingga membentuk adonan yang lembap dan lengket, belum kalis sempurna.
2. Fermentasi
Adonan didiamkan pada suhu ruang selama 2–3 jam, atau bisa juga disimpan di lemari pendingin hingga beberapa hari untuk menghasilkan rasa yang lebih kaya.
3. Menguleni
Untuk menguleni adonan, biasanya digunakan metode stretch and fold, yaitu menarik dan melipat adonan secara terus menerus untuk membangun struktur gluten.
4. Pembentukan
Adonan dibentuk perlahan menjadi bulat tanpa ditekan berlebihan agar struktur udara tetap terjaga.
5. Proofing
Adonan yang sudah dibentuk didiamkan kembali selama 45–60 menit hingga sedikit mengembang.
6. Scoring & Panggang
Bagian atas adonan disayat, lalu dipanggang dalam oven panas. Biasanya dipanggang tertutup terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan tanpa penutup hingga berwarna keemasan.
7. Pendinginan
Setelah matang, roti harus didinginkan setidaknya 20 menit sebelum dipotong agar teksturnya stabil dan sempurna.
Rekomendasi Tepung Terigu untuk Membuat Artisan Bread!
Membuat artisan bread memang membutuhkan waktu dan ketelatenan, tetapi hasilnya sepadan. Roti yang kamu hasilkan tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki karakter dan kualitas yang berbeda dari roti biasa.
Agar hasilnya maksimal, tentu Anda juga perlu menggunakan bahan baku yang tepat, terutama tepung terigu. Untuk artisan bread, Anda bisa menggunakan tepung terigu Katil atau Aster dari PT Manunggal Perkasa. Tepung ini tersedia dalam kemasan 1 kg hingga 25 kg, sehingga fleksibel untuk berbagai kebutuhan, mulai dari baking di rumah hingga produksi skala usaha.