Kebab dan shawarma adalah dua makanan khas Timur Tengah yang tampak mirip. Apalagi di Indonesia, keduanya umumnya disajikan dalam bentuk roll roti pita, dilengkapi sayuran, dan saus yang menggugah selera. Tak heran jika banyak orang menganggapnya sama.

Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, kebab dan shawarma memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Mulai dari asal-usul, teknik memasak daging, jenis bumbu, hingga isian dan cara penyajiannya. Mari kita bahas lebih dalam terkait perbedaan kebab dan shawarma!

Asal-Usul Kebab dan Shawarma

Istilah kebab berasal dari bahasa Arab dan Persia, yaitu kabab yang berarti daging goreng atau daging panggang. Secara umum, kebab merujuk pada hidangan daging panggang, baik yang ditusuk seperti sate, digiling dan dibentuk lonjong, maupun dipanggang secara terbuka. Asal-usul makanan ini diyakini berasal dari Persia, kemudian dipopulerkan di Turki.

Sementara itu, shawarma berasal dari kata bahasa Turki, yaitu Çevirme yang berarti berputar. Nama ini merujuk langsung pada metode memasaknya. Shawarma sangat populer di wilayah Levant seperti Lebanon, Suriah, Yordania, dan Palestina, dan dikenal sebagai makanan jalanan yang kaya rempah dan cita rasa.

Cara Memasak Daging Kebab dan Shawarma

Perbedaan utama kebab dan shawarma terlihat jelas dari cara memasaknya. Kebab biasanya dipanggang langsung. Bisa dalam bentuk daging yang ditusuk, digiling dan dibentuk, atau dipanggang secara vertikal seperti doner kebab. Ketebalan daging kebab pun cenderung lebih padat dan berisi.

Di sisi lain, shawarma dimasak dengan alat pemanggang vertikal yang berputar. Daging ditumpuk berlapis-lapis lalu dipanggang perlahan di depan api. Saat disajikan, daging diiris sangat tipis sehingga menghasilkan tekstur yang lebih renyah di luar namun tetap juicy di dalam.

Topping dan Isian Kebab dan Shawarma

Mengenai topping dan isiannya, kebab biasanya menggunakan isian sayuran segar seperti timun, kubis cincang, selada, tomat, dan bawang bombay. Beberapa versi juga menambahkan kubis merah atau putih yang diiris tipis untuk menambah tekstur dan warna.

Sementara itu, shawarma sangat identik dengan isian yang kaya dan berlapis. Makanan ini biasanya disajikan bersama kentang goreng, acar, selada, salad tabbouleh, dan falafel. Salad tabbouleh sendiri merupakan salad segar yang terbuat dari daun mint, parsley, bawang bombay, dan bulgur, lalu dilumuri saus lemon dan olive oil.

Bumbu dan Saus Kebab dan Shawarma

Dari sisi rasa, kebab cenderung lebih sederhana. Bumbunya biasanya hanya bawang putih, bawang bombay, serta sedikit rempah seperti paprika atau cumin agar rasa asli daging tetap menonjol. Di Indonesia, kebab hampir selalu dilengkapi dengan mayones dan saus sambal.

Sebaliknya, shawarma dikenal dengan bumbu rempahnya yang kaya dan kompleks. Bumbunya terdiri dari kayu manis, kapulaga, jintan, dan cengkeh, sehingga memberikan aroma dan rasa yang lebih kuat. Saus khas shawarma biasanya berupa hummus atau tahini (saus wijen).

Cara Penyajian Kebab dan Shawarma

Di Indonesia, kebab dan shawarma sama-sama disajikan dalam bentuk roll, yaitu digulung menggunakan roti pipih, seperti pita bread. Namun secara tradisional, kebab biasanya disajikan di atas piring dan dimakan bersama roti naan atau nasi.

Di sisi lain, shawarma hampir selalu disajikan sebagai roll padat menggunakan roti pita atau roti laffa, menyerupai sandwich wrap. Ada juga penyajian shawarma secara terpisah, lengkap dengan kentang goreng, falafel, dan salad tabbouleh sebagai pendamping.

Jadi, Mana yang Lebih Cocok untuk Usaha Anda?

Singkatnya, kebab dan shawarma berbeda dari asal-usul, teknik memasak, bumbu, hingga isian. Mengenai rasanya, kebab menawarkan rasa daging yang lebih sederhana, sementara shawarma hadir dengan karakter rempah yang lebih kompleks dan kaya.

Bagi Anda para pengusaha kuliner, memahami perbedaan ini penting agar dapat menentukan konsep menu, cita rasa, dan target pasar dengan lebih tepat. Tak kalah penting, kualitas bahan baku juga memegang peranan besar, terutama roti pita atau kulit kebab yang berbahan dasar tepung terigu.

Untuk hasil roti yang lembut, elastis, dan konsisten, Anda tentu membutuhkan tepung terigu berkualitas tinggi. PT Manunggal Perkasa hadir sebagai mitra terpercaya bagi pelaku usaha kuliner dengan produk tepung terigu yang stabil, mudah diolah, dan cocok untuk berbagai kebutuhan usaha, seperti roti pita untuk kebab dan shawarma, bakery, toko kue, pembuatan mie, dll.