
Salah satu ciri khas donat adalah memiliki lubang di bagian tengahnya. Ternyata, lubang itu bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan solusi cerdas untuk masalah teknis saat memasak. Selain itu, ada juga alasan historis unik di baliknya, Yuk simak penjelasan kenapa donat tengahnya bolong berikut ini!
1. Agar Matang Merata Saat Digoreng
Alasan paling masuk akal adalah masalah distribusi panas saat proses menggoreng. Pada awalnya, donat dibuat dalam bentuk bulat utuh, mirip roti goreng biasa atau Bomboloni dari Italia.
Masalahnya, ketika adonan bulat utuh ini digoreng, bagian pinggirnya lebih cepat matang sementara bagian masih mentah. Nah, dengan melubangi bagian tengah donat, minyak panas bisa menyentuh seluruh permukaan adonan secara merata.
Hasilnya, donat matang sempurna, baik di luar maupun di dalam. Teksturnya juga lebih empuk dan tidak terlalu berminyak.
2. Sejarah Hanson Gregory

Selain alasan teknis, ada pula kisah yang cukup populer yang berasal dari pelaut asal Amerika bernama Hanson Gregory. Menurut cerita, Gregory mencetuskan ide untuk melubangi bagian tengah donat agar lebih enak dimakan.
Peristiwa ini diyakini terjadi pada tahun 1847, saat Gregory masih berusia 16 tahun dan bekerja di kapal perdagangan kapur. Kala itu, dia sering disajikan kue goreng di atas kapal. Tapi, dia merasa tidak puas dengan sajian tersebut. Karena meski bagian luarnya renyah, bagian tengahnya sering berminyak dan tidak matang sempurna.
Ia pun berinisiatif melubangi bagian tengah kue goreng tersebut. Dan ternyata percobaan itu berhasil. Kue goreng jadi matang lebih merata dan teksturnya jauh lebih enak.
Namun, cerita tentang Gregory sendiri memiliki versi yang berbeda-beda. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ia mendapatkan ide untuk melibangi kue goreng dari ibunya, Elizabeth Gregory, yang juga sering membuat kue. Sementara sumber lainnya menyebutkan bahwa setelah berhasil membuat donat di kapal, dia menyarankan ide tersebut kepada ibunya.
3. Pengaruh Popularitas Bagel
Ada juga teori lain yang tidak kalah menarik. Teori ini mengaitkan donat dengan popularitas bagel, yaitu roti khas berbentuk lingkaran yang memiliki lubang di tengah.
Para penjual bagel biasanya menumpuk dagangan mereka dengan cara memasukkannya ke dalam stik atau mengikatnya menggunakan tali. Ini bertujuan agar bagel mudah dibawa dan dijual.
Sebagian orang percaya bahwa para penjual donat melihat cara ini sebagai ide cerdas. Agar mudah ditata, dibawa, atau dipajang, mereka pun mulai membuat lubang kecil di tengah donat.

Butuh Tepung Terigu Berkualitas untuk Usaha Donat?
Dari penjelasan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa lubang pada donat bukan kebetulan. Ada alasan teknis, sejarah, dan bahkan strategi penjualan di baliknya.
Menariknya, saat ini variasi donat semakin beragam. Selain donat yang tengahnya bolong, ada juga versi donat tanpa lubang dan donat holes, yaitu bola-bola kecil dari potongan lubang donat.
Apapun varian donat yang Anda jual, pastikan untuk selalu menggunakan tepung terigu berkualitas dan dari produsen terpercaya. Salah satu yang bisa Anda andalkan adalah produk dari PT Manunggal Perkasa, produsen tepung terigu yang telah beroperasi selama lebih 27 tahun. Untuk membuat donat, kami rekomendasikan untuk menggunakan Aster dan Kantil, tepung terigu protein sedang dan tinggi, yang bisa menghasilkan donat lembut, empuk, dan sedikit chewy.