Roti yang empuk dan mengembang sempurna adalah impian setiap pembuat roti. Sayangnya, meskipun sudah mengikuti resep yang ada, beberapa orang masih sering gagal dan malah menghasilkan roti yang bantat. Jika Anda mengalami ini, bisa jadi masalahnya terletak pada mixing.
Mixing adalah proses pencampuran bahan-bahan, seperti tepung, air, ragi, dan bahan lainnya menjadi adonan yang homogen dan elastis. Tujuannya adalah untuk mengembangkan gluten dan mengaktifkan ragi, sehingga roti dapat mengembang dengan baik.
Proses mixing yang tepat akan menghasilkan adonan yang halus, elastis, dan tidak lengket, sehingga mudah diolah pada tahap selanjutnya seperti rounding dan proofing. Sebaliknya, kesalahan mixing, bisa membuat adonan keras dan menghasilkan roti yang bantat.
Kesalahan Umum Saat Mixing Adonan Roti
Beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pembuat roti saat membuat roti termasuk overmixing, undermixing, serta suhu dan takaran yang tidak tepat. Mari kita bahas satu-persatu!
Overmixing
Overmixing adalah mengaduk adonan terlalu lama. Kesalahan ini umumnya terjadi saat menggunakan stand mixer. Overmixing dapat merusak struktur gluten dalam adonan, membuatnya tidak bisa meregang dengan benar, dan cenderung mudah sobek. Akibatnya, roti tidak bisa mengembang dengan baik.
Solusinya: Hentikan proses mixing segera setelah adonan mencapai konsistensi yang halus dan elastis. Perhatikan waktu dan kecepatan yang disarankan dalam resep.
Undermixing
Undermixing atau kurang mixing adalah kebalikan dari overmixing. Jika adonan tidak diaduk cukup lama, gluten tidak akan mengembang dengan baik dan membuat adonan kurang elastis. Pada akhirnya roti tidak akan mengembang seperti yang diharapkan dan memiliki tekstur yang keras.
Solusinya: Pastikan untuk mengaduk adonan hingga semua bahan tercampur rata dan adonan menjadi kalis elastis, atau tidak sobek jika ditarik.
Foto: Pexels
Suhu yang Tidak Tepat
Suhu yang tidak tepat dapat memengaruhi ragi sehingga menghambat proses fermentasi. Suhu yang terlalu panas, bisa mematikan ragi, sementara suhu yang terlalu dingin membuatnya tidak akan bekerja optimal, sehingga roti tidak mengembang.
Solusinya: Gunakan air hangat (bukan panas) untuk mencampur ragi. Jika resep yang Anda lihat menggunakan susu atau air dingin, Anda bisa mengikutinya jika menggunakan mixer. Suhu air yang dingin bertujuan untuk mengimbangi suhu panas yang dikeluarkan oleh alat pengaduk.
Takaran Bahan yang Tidak Tepat
Kesalahan dalam menakar bahan, terutama tepung dan air, juga dapat mempengaruhi tekstur adonan. Adonan yang terlalu kering atau terlalu lembek bisa sulit dibentuk dan hasilnya tidak akan memuaskan.
Solusinya: Jangan mengira-ngira takaran bahan! Gunakan timbangan dapur untuk menakar setiap bahan yang akan digunakan, dan ikuti takarannya sesuai resep.
Foto: Pexels
Dengan mengikuti solusi yang kami tawarkan dalam artikel ini, Anda dapat menghindari kesalahan umum dalam proses mixing, sehingga Anda dapat menghasilkan roti yang lembut, mengembang, dan lezat.
Selain melakukan mixing dengan benar, penting juga untuk menggunakan bahan-bahan yang berkualitas terbaik agar hasil kreasi Anda sesuai dengan harapan. Untuk tepung terigu, kami sarankan untuk menggunakan merek Kantil, yang diproduksi oleh PT Manunggal Perkasa.
Produk kami telah dipercaya oleh banyak pengusaha roti, karena memiliki kandungan gluten yang tinggi, yaitu 13%, sehingga dapat menghasilkan adonan yang kalis elastis dan hasil akhir tidak bantat.
Referensi: https://www.bobsredmill.com/blog/healthy-living/can-you-over-knead-bread/#:~:text=The%20 overworked%20dough%20will%20often,form%20into%20a%20ball%20shape.
(wh/pga)

0 Komentar