Sandwich adalah makanan berupa roti yang mengapit berbagai isian seperti daging, keju, dan sayuran. Konsep makanan seperti ini sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun lalu di berbagai budaya. Tapi, nama “sandwich” yang kita kenal sekarang ini, dipopulerkan di Inggris pada abad ke-18 dan dikaitkan dengan seorang bangsawan. Mari kita telusuri sejarah dan asal-usul sandwich!

Asal-usul Sandwich

Jauh sebelum dikenal dengan nama sandwich, kebiasaan meletakkan makanan di atas roti atau membungkusnya dengan roti sudah ditemukan di banyak budaya. Misalnya, dalam catatan sejarah, terdapat kisah menarik dari tradisi Yahudi. Pemuka agama Hillel the Elder di Yerusalem pada abad pertama SM disebut-sebut menyantap daging domba Paskah dan bumbu pahit yang dibungkus di antara dua lembar roti matzah (roti pipih tanpa ragi). Cara makan ini dilakukan khusus selama perayaan keagamaan tertentu dan sering dianggap sebagai salah satu bentuk awal sandwich.

Selain itu, di wilayah Asia Barat dan Afrika Utara, roti pipih juga digunakan sejak lama sebagai media pembungkus makanan, mirip dengan cara kita menikmati kebab atau roti lapis masa kini.

Di Eropa sendiri, roti lapis awalnya disebut sebagai “roti dan daging” atau “roti dan keju.” Sebutan ini banyak ditemukan dalam drama Inggris abad ke-16 dan ke-17, yang menunjukkan bahwa konsep roti berisi lauk memang sudah lama akrab di masyarakat sebelum namanya jadi sandwich.

Nama Sandwich Dipopulerkan di Inggris

Istilah sandwich sendiri mulai populer sekitar tahun 1762 di kalangan bangsawan Inggris. Nama ini berasal dari John Montagu, Earl of Sandwich ke-4, seorang bangsawan abad ke-18.

Menurut sejarah, John Montagu sering duduk berjam-jam untuk bermain kartu. Nah, agar tidak mengganggu permainannya, ia meminta pelayan untuk menyajikan daging sapi panggang yang diselipkan di antara dua potong roti panggang. Dengan cara itu, ia bisa makan tanpa perlu pakai garpu dan tanpa mengotori tangannya dengan minyak dari daging.

Kebiasaan unik ini ternyata menarik perhatian banyak orang. Hidangan tersebut kemudian menjadi populer di London, dan masyarakat pun mulai menyebut makanan serupa sebagai sandwich.

Memasuki abad ke-19, popularitas sandwich meningkat pesat. Ini didorong oleh perkembangan industri dan bertambahnya kelas pekerja. Karena masyarakat membutuhkan makanan cepat, mudah dibawa, serta terjangkau, maka sandwich jadi pilihan yang tepat.

Perkembangan Sandwich di Berbagai Negara

Pada abad ke-19, sandwich mulai dianggap makanan elegan di Inggris, dan dinikmati terutama saat acara minum teh. Tradisi ini kemudian menyebar ke Spanyol, menjadikan sandwich bagian dari budaya kuliner Eropa.

Masuk ke abad ke-20, sandwich juga menjadi populer di Amerika Serikat, seiring dengan dijadikannya roti sebagai makanan pokok massal di negara tersebut.

Masuknya Sandwich di Indonesia

Di Indonesia, roti tawar yang menjadi lapisan luar sandwich mulai masuk ke tanah air pada masa kolonial Belanda. Awalnya, roti lebih banyak dikonsumsi oleh bangsa Eropa dan kalangan bangsawan lokal. Namun seiring waktu, roti semakin populer.

Lonjakan minat masyarakat terhadap sandwich terjadi pada tahun 1998, bersamaan dengan hadirnya restoran cepat saji internasional yang menjadikan sandwich sebagai menu utama. Sejak saat itu, sandwich berkembang menjadi makanan modern yang digemari banyak kalangan.

Kini, variasi sandwich juga semakin beragam, seperti keju, sayuran segar, telur, ayam panggang, tuna, hingga aneka saus.

Gunakan Tepung Terigu Berkualitas dari PT Manunggal Perkasa

Seiring meningkatnya popularitas sandwich, ini bisa jadi peluang bisnis besar bagi Anda. Makanan ini tidak hanya fleksibel dan mudah dibuat, tetapi juga sangat bisa dikreasikan sesuai tren dan preferensi pasar.

Bagi Anda yang menjalankan bisnis bakery, cafe, katering, sandwich bar, atau usaha makanan cepat saji, penting untuk menggunakan tepung terigu berkualitas. Ini bertujuan untuk menghasilkan roti yang lembut, konsisten, dan tahan lama.

Anda bisa mempercayakan kebutuhan tepung terigu Anda pada PT Manunggal Perkasa, yang selama 27 tahun telah memasok terigu untuk banyak pelaku bisnis di Indonesia.