
Kebab adalah makanan khas Timur Tengah, berupa daging panggang yang sebelumnya dimarinasi dengan bumbu berempah. Makan ini sangat erat kaitannya dengan Turki, tapi asal usulnya sebenarnya berasal dari wilayah Persia. Dalam artikel ini kami akan membahas sejarah Kebab, dari zaman kuno hingga jadi makanan populer.
Apa Itu Kebab?

Secara etimologis, nama kebab berasal dari bahasa Arab dan Persia, yaitu kabab yang berarti daging goreng dan daging panggang. Makanan ini umumnya berupa daging, baik itu sapi, ayam, atau domba yang dipanggang, lalu disajikan dengan sayuran dan saus di dalam roti pita atau tortilla.
Dalam resep tradisionalnya, kebab dibuat dari potongan daging empuk yang dicincang, kemudian direndam dalam minyak zaitun dan aneka rempah-rempah. Daging tersebut lalu dipanggang di atas tusuk sate menggunakan api terbuka. Metode memasak inilah yang menghasilkan cita rasa smoky yang khas. Namun, seiring perkembangan zaman, beberapa jenis kebab juga dipanggang dalam oven, digoreng, atau dimasak sebagai semur.
Asal-Usul dan Sejarah Kebab

Asal-usul kebab diyakini berasal dari wilayah Timur Tengah kuno, khususnya Persia dan Mesopotamia. Referensi mengenai daging panggang ini muncul dalam sastra Persia sejak abad ke-4 SM. Selain itu, teks-teks Hindu kuno juga menyebutkan daging yang dimarinasi dan dipanggang di atas api terbuka.
Menariknya, metode memasak kebab dikembangkan oleh suku-suku nomaden di Asia Tengah. Dalam perjalanan panjangnya, para pengembara ini membutuhkan cara memasak yang praktis. Jadi, mereka memotong-motong daging, menusukkannya ke pedang, lalu memangganya di atas api terbuka.
Ketika suku-suku tersebut bermigrasi ke Timur Tengah dan menetap di Anatolia (Turki), tradisi memasak ini tetap dipertahankan. Namun, orang Turki menyempurnakannya dengan menambahkannya bumbu dan teknik memasak yang lebih baik.
Selama Kekaisaran Ottoman, yang berkuasa dari abad ke ke-13 hingga awal abad ke-20, budaya kebab benar-benar berkembang pesat. Salah satu inovasi besar terjadi pada abad ke-19, dengan lahirnya Döner Kebab, yaitu daging dipanggang sambil berputar.
Seiring waktu, kebab menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Asia Tengah, India, dan Mediterania, melalui peran pedagang dan tentara Turki. Berbagai variasi juga mulai muncul, seperti shish kebab dan seekh kebab.
Di Indonesia sendiri, sejarah kebab dimulai sekitar tahun 1990-an dan diperkenalkan oleh imigran Timur Tengah. Namun, makanan ini baru populer di awal tahun 2000-an, seiring dengan munculnya gerai kaki lima yang menawarkan harga terjangkau.
Jenis kebab yang populer di Indonesia umumnya merupakan adaptasi dari doner kebab versi Eropa, yaitu kebab yang diiris dari pemanggang vertikal dan disajikan dalam bentuk wrap. Rasanya pun sudah disesuaikan dengan lidah Indonesia, misalnya menambahkan lebih banyak saus pedas, saus tomat, dan mayones.
Rekomendasi Tepung Terigu Berkualitas untuk Usaha Kuliner
Jika Anda menjalankan bisnis bakery atau kuliner dan membutuhkan tepung terigu berkualitas tinggi, produk dari PT Manunggal Perkasa dapat menjadi pilihan yang tepat. Kami menghadirkan tepung terigu protein tinggi Kantil dan Aster, yang memiliki kadar protein hingga 13,5% yang sangat cocok untuk membuat aneka roti, pastry dan mie. Selain itu, kami juga memiliki tepung protein rendah dan protein sedang, yang cocok untuk membuat cake, brownies, kue kering, dll.