
Coba ingat momen ketika Anda melewatkan waktu makan. Tubuh terasa lesu, otak sulit berpikir, dan emosi jadi tidak stabil. Tapi setelah makan, terutama makanan yang mengandung karbohidrat, perlahan semuanya membaik. Ini terjadi karena karbohidrat telah diubah jadi energi di dalam tubuh. Mari kita bahas lebih lanjut kenapa makan karbohidrat bisa membuat kita lebih berenergi dan semangat.
Karbohidrat Tidak Sekadar Bikin Kenyang
Banyak orang mengira rasa bertenaga setelah makan karbohidrat hanya karena perut sudah terisi. Padahal, yang terjadi jauh lebih kompleks dan menarik.
Karbohidrat adalah zat gizi yang paling cepat dipecah oleh tubuh menjadi glukosa. Begitu Anda selesai makan, kadar glukosa dalam darah akan meningkat. Glukosa inilah yang memberi tenaga utama bagi sel-sel tubuh agar dapat menjalankan fungsinya dengan optimal.
Bayangkan tubuh Anda seperti rumah yang memiliki banyak lampu. Saat listrik hampir habis, lampu menjadi redup. Begitu aliran listrik kembali masuk, lampu langsung menyala terang. Glukosa bekerja dengan cara yang sama. Ini adalah bahan bakar yang membuat sel tubuh kembali bekerja optimal.
Inilah alasan mengapa setelah makan karbohidrat, tubuh terasa lebih bertenaga, tidak lagi lemas, dan siap beraktivitas.
Makan Karbohidrat Bikin Otak Lebih “Encer”

Tahukah Anda bahwa otak adalah salah satu organ paling boros energi? Meski beratnya hanya sekitar 2% dari berat tubuh, otak menghabiskan sekitar 20% dari total energi harian. Menariknya, otak hampir sepenuhnya bergantung pada glukosa sebagai sumber energinya.
Penelitian menemukan bahwa setiap hari, otak manusia membutuhkan sekitar 120 gram glukosa untuk menjalankan fungsi-fungsi penting seperti berpikir, mengingat, mengambil keputusan, hingga mengatur emosi.
Saat tubuh kekurangan karbohidrat, pasokan glukosa ke otak menurun. Akibatnya, Anda bisa merasa linglung, sulit fokus, mudah lelah, atau sering disebut sebagai brain fog.
Sebaliknya, setelah makan karbohidrat, otak mendapatkan kembali bahan bakar yang ia butuhkan. Hasilnya? Pikiran terasa lebih jernih, konsentrasi meningkat, dan suasana hati pun membaik.
Jika Anda mengonsumsi karbohidrat kompleks, efeknya akan lebih baik. Pasokan energi ke otak menjadi lebih stabil serta membantu menjaga fokus, daya ingat, dan konsentrasi sepanjang hari.
Makan Karbohidrat Baik untuk Kesehatan Mental

Makan karbohidrat tidak hanya berdampak pada energi fisik, tapi juga berpengaruh pada kondisi mental. Karbohidrat membantu produksi serotonin, yaitu zat kimia dalam otak yang berperan besar dalam mengatur suasana hati.
Serotonin sering dikaitkan dengan perasaan tenang, nyaman, dan bahagia. Ketika kadar serotonin cukup, Anda cenderung merasa lebih positif dan rileks. Rasa nyaman inilah yang sering kita artikan sebagai tambahan energi dari dalam.
Selain itu, dalam kondisi stres, tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah lebih tinggi. Konsumsi karbohidrat dapat membantu tubuh menurunkan kadar hormon stres ini, sehingga perasaan cemas dan tegang perlahan mereda.
Dari pembahasan di atas, jelas bahwa karbohidrat bukan sekadar pengisi perut. Ia adalah sumber energi utama tubuh, bahan bakar otak, sekaligus pendukung kesehatan mental. Tanpa karbohidrat yang cukup dan berkualitas, tubuh dan pikiran tidak bisa bekerja secara optimal.
PT Manunggal Perkasa Hadirkan Tepung Terigu Berkualitas untuk Mendukung Bisnis Anda
Tepung terigu adalah salah satu sumber karbohidrat yang paling umum kita temukan di Indonesia. Tidak heran, banyak bisnis menggunakan tepung terigu sebagai bahan baku utama, misalnya untuk membuat roti, mie, pizza, dll.
Bagi Anda yang menjalankan usaha kue, bakery, atau makanan olahan berbasis tepung, PT Manunggal Perkasa siap jadi mitra Anda dalam menyediakan tepung terigu berkualitas tinggi dan halal. Produk kami diolah dari biji gandum berkualitas dan diproses dengan teknologi terkini untuk menghasilkan tepung yang halus, konsisten dan mudah diolah.