Menentukan harga jual adalah salah satu bagian penting dalam menjalankan usaha. Harga yang tepat akan memberikan keuntungan yang sehat tanpa mengurangi daya saing produk. Sebaliknya, harga jual yang asal-asalan bisa membuat produk terlalu mahal dan sulit bersaing, atau justru terlalu murah hingga keuntungan tidak maksimal.

Kesalahan Menentukan Harga Jual

Bagi Anda yang baru memulai usaha, berikut lima kesalahan dalam menentukan harga jual yang sebaiknya dihindari:

1. Tidak Menghitung Biaya Overhead (Listrik, Gas dan Kemasan) 

Kesalahan menentukan harga jual yang paling umum adalah hanya menghitung biaya bahan baku, seperti tepung, telur dan minyak goreng. 

Padahal, proses pembuatan kue membutuhkan elemen pendukung lain yang biayanya tidak sedikit. Contohnya adalah biaya gas, oven, listrik, hingga kemasan seperti box, stiker, dan paper tray.

Jika Anda mengecualikan biaya-biaya ini, kalkulasi modal Anda akan lebih murah dari biaya sebenarnya. Akibatnya, harga jual yang ditetapkan bisa terlalu rendah sehingga keuntungan yang diperoleh jadi lebih kecil.

2. Hanya Mengikuti Harga Kompetitor

Menetapkan harga jual yang sama persis dengan kompetitor tanpa menghitung modal sendiri sangat berisiko menyebabkan kerugian.

Setiap bisnis memiliki biaya produksi, kualitas bahan, target pasar dan strategi yang berbeda. Karena itu, harga jual satu bisnis belum tentu sesuai untuk bisnis lainnya.

Langkah yang benar, cukup jadikan harga kompetitor sebagai patokan riset pasar, bukan acuan utama. Tetap gunakan perhitungan modal riil dapur Anda sebagai dasar dalam menentukan harga jual.

3. Mematok Harga Terlalu Rendah

Saat baru memulai usaha, Anda mungkin berpikir untuk memenangkan persaingan dengan menawarkan harga termurah. Tapi, di sinilah jebakannya. Jika tidak dihitung dengan baik, keuntungan yang diperoleh bisa sangat kecil, atau bahkan harus menombok.

Jika Anda memang ingin menetapkan harga yang lebih rendah, pastikan dulu harga tersebut masih di atas modal dan memberikan margin keuntungan yang wajar.

4. Tidak Menyesuaikan Kenaikan Harga Bahan Baku

​Harga bahan baku, seperti minyak goreng dan gula sering mengalami kenaikan drastis. Jika Anda masih menggunakan harga beli bahan baku yang lama sebagai acuan untuk mematok harga jual hari ini, maka margin keuntungan Anda akan tergerus habis.

Jadi, lakukan evaluasi dan updating data harga bahan baku secara berkala, terutama saat kali terjadi lonjakan harga di pasar.

Jika kenaikan bahan baku sudah melebihi toleransi margin, jangan ragu untuk menaikkan harga jual. Tapi, sebaiknya komunikasikan hal ini kepada pelanggan Anda agar mereka memahami alasan kenaikan harga dan tetap percaya pada produk atau bisnis Anda. 

5. Tidak Memperhitungkan Upah Tenaga Kerja Sendiri

​Ini kesalahan hitung harga jual yang paling sering dilakukan oleh pengusaha rumahan. Karena merasa usahanya masih skala rumahan dan dikerjakan sendiri, upah tenaga kerja ditiadakan.

Padahal, waktu dan tenaga yang Anda keluarkan untuk mengaduk adonan hingga mengemas produk adalah biaya riil. Jika upah ini tidak dihitung, akan sulit untuk menyesuaikan harga ketika suatu hari nanti Anda harus menggaji karyawan.