
Pernah tidak, Anda membuat donat dan adonannya susah dibentuk karena membal seperti karet? Itu terjadi karena adonan tidak diistirahatkan terlebih dahulu. Proses ini disebut resting, dan biasanya dilakukan 10-30 menit saja. Yuk pelajari apa itu resting adonan dan apa tujuannya!
Apa Itu Resting Adonan?

Resting adonan donat adalah proses mengistirahatkan adonan setelah semua bahan-bahan tercampur dan diuleni. Fungsinya agar gluten di dalam adonan menjadi lebih rileks. Saat gluten rileks, adonan akan terasa lebih lentur, halus, dan tidak melawan saat dibentuk.
Biasanya proses resting dilakukan selama 10-30 menit, tergantung suhu ruangan dan kondisi adonan. Cara melakukannya:
- Letakkan adonan di wadah yang sudah diolesi sedikit minyak atau ditaburi tepung tipis agar tidak lengket.
- Tutup permukaan adonan menggunakan plastik wrap atau kain bersih yang sedikit lembap supaya adonan tidak kering.
- Diamkan adonan pada suhu ruang selama kurang lebih 10-30 menit
- Setelah resting selesai, adonan siap dibulat-bulatkan, dipipihkan, dan dibentuk sesuai kebutuhan.
Apa Tujuan Resting Adonan Donat?

Beberapa orang mungkin mengabaikan tahap resting dan langsung membentuk adonan donat begitu selesai diuleni. Padahal, tahap ini cukup penting dan bisa membuat proses pembuatan donat jadi lebih mudah. Berikut beberapa adalah alasan mengapa tahap ini tidak boleh dilewati:
1. Agar Adonan Tidak Membal
Tujuan utama resting pada adonan donat adalah merelaksasi gluten. Gluten yang terlalu tegang membuat adonan keras dan sulit dibentuk. Dengan resting, adonan jadi lebih lembut, mudah dibulatkan dan dipipihkan. Ini juga membantu mempertahankan lubang di tengah donat agar tidak mengatup kembali.
2. Mempermudah Proses Pencetakan
Jika Anda menggunakan rolling pin dan cetakan donat, resting sangat membantu proses ini. Adonan yang sudah di-resting akan lebih mudah ditipiskan tanpa perlu tenaga besar. Setelah itu, proses pencetakan lebih mudah, rapi, dan ukurannya lebih seragam.
Tanpa resting, adonan donat sering kali menyusut kembali. Akibatnya, satu donat bisa tampak besar, sementara yang lain mengecil dan tidak konsisten. Ini tentu tidak ideal, terutama jika donatnya untuk dijual.
3. Mempertahankan Bentuk Donat yang Bulat
Jika Anda memaksakan membentuk adonan yang masih tegang alias kurang istirahat, donat yang dihasilkan cenderung tidak bulat sempurna. Permukaannya juga mungkin tidak rata atau berkerut setelah digoreng. Selain itu, teksturnya akan terasa lebih kenyal atau alot karena efek gluten yang tegang tadi.
4. Donat jadi Lebih Gemoy
Resting tidak hanya penting di tahap pembentukan, tapi efeknya juga terasa jelas setelah donat digoreng. Donat yang adonannya diistirahatkan dengan baik cenderung lebih gemoy. Teksturnya juga empuk, lembut, dan berserat.
Bukan Cuma Resting Adonan, Kualitas Tepung Terigu Juga Sama Pentingnya
Resting mungkin terlihat sederhana sehingga sering dilewatkan. Tapi, tahap ini sangat penting, untuk membuat adonan jadi lebih lembut dan mudah dibentuk. Setelah digoreng pun, donat jadi lebih gemoy dan empuk.
Jika Anda membuat donat untuk dijual, detail kecil seperti resting bisa membuat produk Anda lebih disukai pelanggan.
Namun, proses yang tepat tentu perlu didukung oleh bahan baku yang tepat, salah satunya tepung terigu. Tepung terigu dengan mutu yang stabil akan menghasilkan donat yang lembut dan chewy.
PT Manunggal Perkasa hadir sebagai produsen tepung terigu berkualitas, untuk memenuhi kebutuhan pengusaha roti dan UMKM. Dengan standar mutu yang konsisten, tepung terigu dari PT Manunggal Perkasa membantu Anda menjaga kualitas produk dan memberikan hasil terbaik untuk pelanggan Anda.