Sekilas, bentuk panada dan pastel memang terlihat mirip. Keduanya sama-sama berbentuk setengah lingkaran dan pinggirannya dipilin. Tapi, dua jananan ini sebenarnya punya karakter berbeda, mulai dari asal-usul, jenis adonan, tekstur kulit, hingga cita rasanya. Mari kita lihat perbedaannya lebih dalam!

Asal-Usul Panada dan Pastel

Panada merupakan kuliner khas Manado, Sulawesi Utara. Jajanan ini berakar dari budaya kuliner Spanyol, yaitu empanada. Namun, makanan ini diadaptasi dengan bumbu dan isian lokal. Ciri khas jajanan ini terletak pada isian ikannya yang pedas.

Sementara itu, Pastel juga punya jejak sejarah dari bangsa Portugis dan Spanyol. Nama “pastel” sendiri berasal dari bahasa Portugis, yang berarti kue atau pastry. Menariknya, jajanan ini mengalami proses akulturasi panjang dan diperkenalkan oleh orang-orang Tionghoa. Awalnya, pastel berisi daging, namun kemudian dimodifikasi di Indonesia dengan isian yang menyesuaikan bahan-bahan lokal yang mudah ditemukan.

Jenis

Jika dilihat dari jenis adonannya, perbedaan keduanya cukup jelas. Panada termasuk jenis roti goreng, karena adonannya menggunakan ragi dan melalui proses fermentasi. Sedangkan pastel masuk kategori pastry, dengan adonan digilas dan tanpa menggunakan ragi.

Tekstur

Panada memiliki tekstur yang empuk, tebal, dan lembut, seperti roti goreng. Sebaliknya, pastel memiliki kulit yang tipis, renyah, dan berongga saat digoreng.

Isian

Perbedaan juga terasa jelas dari bagian dalamnya. Panada secara tradisional diisi ikan cakalang yang dimasak dengan bumbu pispis khas Manado yang pedas. Isiannya cenderung lebih kering dan kaya rempah. Selain cakalang, ikan tongkol juga sering digunakan sebagai alternatif.

Di sisi lain, pastel biasanya berisi campuran sayuran seperti wortel dan kentang, bihun, irisan telur rebus, dan terkadang daging ayam. Rasanya cenderung gurih manis dan lebih basah dibanding panada.

Cita Rasa

Soal rasa, keduanya punya ciri khas masing-masing. Panada menawarkan cita rasa yang kuat dan pedas berkat campuran cabai dalam tumisan ikan cakalangnya. Kulitnya yang mirip adonan roti memiliki sedikit rasa manis, sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis, pedas, dan umami yang seimbang.

Sementara itu, pastel cenderung memiliki rasa gurih yang lebih ringan. Bukan hanya dari isiannya saja, kulit pastel juga bercita rasa gurih dan renyah. Jajanan ini juga biasanya dimakan dengan cabai rawit untuk menambah sensasi pedas yang nikmat.

PT Manunggal Perkasa Hadirkan Tepung Berkualitas untuk Panada & Pastel

Jadi, meskipun bentuknya mirip, panada dan pastel jelas berbeda. Panada adalah roti goreng khas Manado dengan isian ikan pedas yang kaya rempah, sedangkan pastel adalah pastry renyah dengan isian sayur atau daging yang gurih. Meski berbeda, kedua jajanan ini sangat diminati di Indonesia, menjadikannya peluang bisnis yang baik.

Jika Anda punya usaha panada, pastel, atau jajanan lainnya, pastikan untuk selalu menggunakan tepung berkualitas. PT Manunggal Perkasa siap memenuhi permintaan Anda. Kami memiliki banyak varian tepung terigu, mulai dari tepung protein rendah, serbaguna, dan tepung protein tinggi.

Untuk panada yang membutuhkan adonan roti empuk dan mengembang sempurna, Anda bisa menggunakan tepung terigu protein tinggi Kantil atau Aster. Sementara untuk pastel yang mengutamakan kulit tipis dan renyah, tepung terigu protein sedang merek Dahlia adalah pilihan yang tepat. Tepung ini membantu menghasilkan kulit pastel yang gurih, crunchy, dan tidak mudah sobek.