Menjual roti dan kue dengan harga yang tepat adalah salah satu kunci agar bisnis bakery terus menghasilkan keuntungan. Jangan sampai harga jual terlalu murah hingga keuntungan tergerus, atau terlalu mahal yang membuat pelanggan beralih ke kompetitor. Buat Anda yang baru memulai usaha, yuk simak menentukan harga jual yang benar agar bisnis menguntungkan namun tetap kompetitif!

Cara Menentukan Harga Jual Roti dan Kue

1. Hitung HPP Roti dan Kue

Langkah pertama adalah menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) secara menyeluruh. Jangan hanya menghitung bahan utama seperti tepung, telur, gula, dan mentega. Masukkan juga biaya bahan tambahan, seperti kemasan, gas, listrik, air, hingga tenaga kerja.

Totalkan semua biaya-biaya tersebut, kemudian bagi dengan jumlah kue yang dihasilkan. Misalnya, jika Anda mengeluarkan modal Rp100.000 dan menghasilkan 20 roti, maka HPP per satu buah roti adalah Rp5.000.

2. Tentukan Margin Keuntungan

Setelah mengetahui HPP, tentukan margin keuntungan yang ingin diperoleh. Hal ini dapat disesuaikan dengan jenis produk, target pasar, kualitas bahan, dan harga di pasaran.

Industri roti dan kue umumnya mengambil margin profit kotor berkisar antara 40% hingga 100% dari HPP untuk menutup operasional dan memberikan arus kas yang sehat.

Misalnya, jika HPP satu roti Rp5.000 dan Anda menetapkan margin 40%, maka harga jual roti adalah Rp7.000.

3. Riset Harga Pasar

Sebelum menetapkan harga jual, lakukan riset sederhana untuk mengetahui kisaran harga roti dan kue sejenis di pasaran. Anda bisa membandingkan harga dari kompetitor di sekitar lokasi usaha, toko online, marketplace, hingga media sosial.

Jangan hanya melihat nominal harganya, tapi perhatikan juga ukuran, rasa, variasi produk, kemasan, dan target konsumennya.

Hasil riset ini dapat menjadi acuan untuk menentukan posisi produk Anda di pasar. Jika produk memiliki keunggulan tertentu, seperti bahan berkualitas, ukuran lebih besar, atau kemasan yang lebih menarik, harga jual dapat disesuaikan dengan nilai yang ditawarkan.

4. Perhitungkan Biaya Penjualan & Komisi Aplikasi Online

Jika Anda menjual melalui marketplace, aplikasi pesan-antar, reseller, atau sistem titip jual, jangan lupa memperhitungkan biaya admin dan komisi. Umumnya, biaya potongan platform berkisar antara 10% hingga 20%.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya menetapkan harga khusus untuk penjualan online, sehingga biaya komisi tidak menggerus margin keuntungan bisnis.

5. Sediakan Ruang untuk Promo dan Diskon

​Promo dan diskon bisa menjadi strategi efektif untuk menarik pelanggan dan meningkatkan penjualan. Namun, jangan sampai potongan harga justru membuat keuntungan bisnis berkurang terlalu besar.

Strateginya, saat menentukan harga jual, masukkan buffer margin tambahan sekitar 5%-10% ke dalam perhitungan awal. Jadi, ketika Anda memberikan diskon, harga setelah potongan tetap di atas HPP dan target profit minimal. 

6. Evaluasi Harga Secara Berkala

Harga bahan baku seperti tepung, telur, gula, dan mentega dapat berubah sewaktu-waktu. Jadi, sebaiknya lakukan pengecekan HPP secara berkala agar harga yang ditetapkan tetap sesuai dengan biaya produksi dan margin keuntungan yang ditargetkan.

Kunci Efisiensi Harga Jual: Perhatikan Kualitas Bahan Baku

​Selain memahami strategi dan cara menentukan harga jual roti dan kue, penting juga untuk selalu menggunakan bahan baku, seperti tepung terigu yang berkualitas, karena hal ini berpengaruh langsung terhadap rasa, tekstur, dan kualitas akhir produk.

Produk yang berkualitas tentu lebih mudah disukai pelanggan, sehingga peluang terjadinya repeat order atau pembelian kembali pun semakin besar.

Untuk mendukung kebutuhan usaha bakery, PT Manunggal Perkasa menyediakan tepung terigu bermutu tinggi, yang diolah menggunakan gandum terbaik dari seluruh dunia. Produk kami telah tersertifikasi SNI dan Halal, sehingga memberikan jaminan rasa aman bagi Anda dan para pelanggan setia Anda.