
Ciri donat alot adalah keras, liat dan melawan saat digigit. Biasanya, hal ini terjadi karena jaringan gluten dalam adonan terbentuk secara berlebihan. Akibatnya, adonan jadi terlalu kenyal dan itu berpengaruh ke hasil akhir donat.
Tapi, bukan itu saja, ada beberapa penyebab lainnya kenapa donat bisa alot. Mulai dari pemilihan bahan, cara menguleni, hingga cara penyimpanannya. Mari kita bahas!
Penyebab Donat Alot

Jika Anda pernah membuat donat dan hasilnya alot atau keras, coba diingat-ingat lagi, mungkin Anda melakukan salah satu kesalahan di bawah ini:
1. Penggunaan Tepung yang Kurang Tepat
Untuk menghasilkan donat yang lembut, mengembang, dan punya white ring yang bagus, tepung yang ideal adalah terigu protein tinggi. Tapi, jika mixing-nya terlalu lama, adonan bisa jadi terlalu membal. Akibatnya, donat bakal jadi keras. Solusinya, coba campur tepung protein tinggi dengan tepung protein sedang. Ini akan melemahkan jaringan gluten sehingga donat lebih empuk saat digigit.
2. Terlalu Banyak Putih Telur
Putih telur mengandung protein yang bisa memperkuat struktur adonan dan memberikan efek kenyal. Jika Anda menggunakan telur utuh, maka donat akan cenderung liat.
3. Adonan Kurang Cairan
Adonan yang kekurangan air atau susu akan sulit diuleni dan susah kalis. Akibatnya, adonan tidak mengembang dengan baik. Saat digoreng pun, adonan akan berat dan tidak mengapung di atas minyak. Akhirnya, donat yang dihasilkan jadi padat, kecil, dan cepat keras.
4. Pengulenan yang Berlebihan
Semakin lama adonan di-mixing, jaringan gluten akan semakin kuat dan rapat. Adonan juga akan menjadi sangat elastis. Saat digoreng, seratnya jadi rapat dan liat. Akibatnya, donat tidak lagi empuk, melainkan kenyal berlebihan.
5. Menggunakan Sisa Adonan
Seringkali saat mencetak donat, ada sisa-sisa potongan adonan yang kita kumpulkan lagi, bulatkan lagi, lalu cetak lagi. Masalahnya, adonan sisa ini sudah mengalami tekanan berkali-kali sehingga glutennya sangat kuat. Hasilnya, donat dari adonan sisa ini biasanya akan lebih alot dibanding cetakan pertama.
6. Penyimpanan Tidak Benar
Donat yang dibiarkan terbuka atau disimpan di wadah tidak kedap udara akan cepat kehilangan kelembapannya. Inilah yang membuat donat cepat mengeras meski baru beberapa jam.
Cara Mencegah Donat Jadi Alot

Kabar baiknya, donat alot sebenarnya bisa dicegah. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa Anda terapkan:
1. Gunakan Kentang Rebus
Kentang kukus bisa membuat tekstur donat lebih lembut. Cara ini sudah lama digunakan oleh banyak pembuat donat rumahan maupun profesional.
2. Gunakan Kuning Telur
Berbeda dengan putih telur, kuning telur mengandung lemak yang membantu melembutkan adonan. Hasilnya, donat terasa lebih empuk dan gurih.
3. Gunakan Bread Improver
Bread improver mengandung enzim dan emulsifier. Bahan-bahan ini membantu memecah jaringan gluten yang terlalu kaku dan mengunci kelembapan di dalam serat donat. Hasilnya, donat jadi lebih empuk dan putus saat digigit.
4. Uleni Sampai Kalis
Uleni adonan hingga kalis dan elastis, tapi jangan sampai overmixing. Adonan yang kalis akan terasa halus, tidak lengket, dan bisa ditarik tipis tanpa mudah sobek.
5. Proofing Hingga Adonan Ringan
Pastikan adonan di-proofing dengan baik sampai mengembang dan terasa ringan saat disentuh. Proofing yang cukup akan membuat donat mengembang sempurna dan bertekstur lembut.
6. Simpan di Wadah Kedap Udara
Setelah matang, simpan donat di wadah tertutup rapat agar kelembapannya terjaga. Cara ini membantu donat tetap empuk lebih lama, dan mencegahnya jadi alot atau keras.
Hasilkan Donat Lembut dengan Tepung Terigu dari PT Manunggal Perkasa
Selain teknik, pemilihan tepung terigu yang berkualitas juga sangat menentukan hasil akhir donat Anda. PT Manunggal Perkasa, produsen tepung terigu yang telah 27 tahun berpengalaman di Indonesia, menghadirkan berbagai pilihan tepung berkualitas untuk kebutuhan usaha. Untuk pembuatan donat, Anda bisa menggunakan Tepung Kantil dan Tepung Aster. Keduanya dapat menghasilkan donat yang lembut, mengembang baik, dan tidak alot.