Dalam pembuatan roti, ada dua metode yang sering digunakan, yaitu cara manual dengan tangan dan produksi pakai mesin. Dua pendekatan ini menciptakan roti yang berbeda, yang diberi nama artisan bread dan roti komersial. Tapi bukan cuma prosesnya pembuatannya yang beda, kedua jenis roti ini punya banyak perbedaan mencolok, mulai dari bahan, tekstur, rasa, hingga harganya. Mari kita bahas lebih lanjut!

1. Bahan Baku Artisan Bread dan Roti Biasa

Perbedaan paling mendasar antara roti artisan dean roti biasa terletak pada bahan yang digunakan. Artisan bread biasanya hanya menggunakan empat bahan inti seperti tepung, air, garam, dan ragi. Namun, beberapa variasi kadang menambahkan biji-bijian atau kacang untuk memperkaya tekstur dan rasanya.

Di sisi lain, roti biasa umumnya mengandung berbagai bahan tambahan seperti pengawet, pemanis buatan, hingga penstabil agar lebih tahan lama.

2. Proses Produksi

Artisan bread dibuat dengan teknik tradisional. Proses fermentasinya lambat, yang bahkan bisa memakan waktu berjam-jam hingga berhari-hari. Selain itu, artisan bread diuleni dengan tangan, bukan mixer.

Sementara itu, boti biasa diproduksi dengan mesin dan prosesnya sangat cepat (bisa 1 sampai 3 jam) untuk menghasilkan produk dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

3. Tekstur dan Rasa

Dari segi tekstur dan rasa, perbedaan artisan bread dan roti biasa cukup terasa. Artisan bread memiliki bagian luar yang renyah dan berwarna coklat gelap. Bagian dalamnya kenyal dan berongga. Rasanya pun lebih kaya, berkat proses fermentasinya yang panjang.

Di sisi lain, roti biasa memiliki tekstur yang lembut, manis dan kempes jika ditekan. Kulitnya cenderung tipis, lunak, dan biasanya berwarna kuning pucat atau coklat terang.

4. Kualitas Gluten

Dalam pembuatan artisan bread, waktu yang lama memungkinkan enzim memecah gluten dan pati secara alami. Itulah sebabnya banyak orang merasa artisan bread lebih nyaman di perut saat dikonsumsi dibandingkan roti putih biasa yang diproses sangat cepat.

5. Keunikan

Setiap roti artisan memiliki bentuk yang tidak seragam karena dibentuk secara manual. Selain itu, sayatan di atasnya (scoring) juga memberikan nilai estetika yang tidak dimiliki oleh roti biasa yang diproduksi dalam jumlah banyak.

6. Indeks Glikemik (IG)

Roti artisan, seperti sourdough memiliki indeks glikemik 54, jauh lebih rendah dibandingkan roti biasa yang punya indek glikemik 70-80. Hal ini membuat artisan bread tidak menyebabkan lonjakan gula darah sedrastis roti putih biasa.

7. Harga Artisan Bread dan Roti Biasa

Tidak bisa dipungkiri, roti biasa lebih mudah ditemukan dan harganya lebih terjangkau. Ini menjadikannya pilihan praktis untuk camilan sehari-hari. Sementara itu, artisan bread biasanya dijual dengan harga lebih tinggi. Namun, bagi banyak orang, kualitas rasa, tekstur, dan pengalaman yang ditawarkan sepadan dengan harga tersebut.

Rekomendasi Tepung Terigu untuk Membuat Roti

Setelah memahami perbedaan artisan bread dan roti biasa, mungkin Anda tertarik untuk mencoba membuat roti sendiri di rumah. Nah, salah satu kunci dalam membuat roti berkualitas adalah pemilihan tepung terigu. Untuk hasil yang optimal, kami rekomendasikan tepung terigu Kantil, salah satu produk unggulan PT Manunggal Perkasa.

Tepung terigu Kantil memiliki kandungan protein hingga 13,5%, yang sangat ideal untuk membentuk gluten yang kuat, menghasilkan tekstur roti yang kenyal dan elastis, serta mendukung struktur artisan bread yang berongga.