Donat gemoy adalah istilah kekinian untuk donat yang montok, tinggi, dan bulat penuh. Dan bukan hanya visualnya yang menggoda, donat ini umumnya memiliki tekstur lembut dan empuk, serta tidak berminyak.

Nah, donat dengan ciri seperti ini hanya dapat dihasilkan dengan penggunaan bahan dan teknik yang tepat. Dalam artikel ini, kami akan membahas tujuh rahasia membuat donat gemoy dan lembut. Yuk disimak!

1. Gunakan Tepung Terigu Protein Tinggi

Tepung terigu protein tinggi mengandung gluten yang kuat untuk menahan gas saat fermentasi. Hasilnya, donat bisa mengembang maksimal dan tidak bantat. Selain itu, donat yang dibuat dengan tepung terigu protein tinggi akan tetap “mangap” atau kembali ke posisi awal saat digigit. Itu karena jaringan gluten membuat donat jadi lentur dan tidak gampang kolaps.

Tapi, membuat donat pakai tepung protein tinggi rentan alot, apalagi kalau overmixing. Untuk mencegah hal ini, Anda bisa mencampur tepung protein tinggi dan sedang. Dengan cara ini, donat tetap gemoy dan teksturnya lembut.  

2. Pakai Kuning Telur Saja

Penggunaan kuning telur saja (tanpa putih telur) akan menghasilkan donat yang lebih lembut dan moist. Kuning telur kaya akan lemak alami yang membantu memperbaiki tekstur adonan sekaligus memberi rasa gurih dan rich.

Tips ini sering dipakai oleh baker profesional karena hasilnya konsisten. Ini juga cocok untuk membuat donat premium.

3. Uleni atau Mix Adonan Sampai Kalis Elastis

Menguleni adonan tidak boleh setengah-setengah, melainkan harus sampai benar-benar kalis elastis. Proses ini berperan penting dalam membentuk jaringan gluten yang kokoh. Jika adonan belum kalis, donat akan sulit mengembang. Donat juga tidak akan bisa mulus dan cenderung bantat jika adonan tidak diuleni sampai kalis elastis.

Jika Anda menggunakan mixer, biasanya adonan perlu di-mix selama 10-15 menit untuk jadi kalis. Ciri adonan yang kalis adalah terasa halus, tidak lengket, dan bisa ditarik tipis tanpa mudah robek.

4. Jangan Skip Tahap Resting

Setelah adonan diuleni, beri waktu untuk resting. Tahap ini memungkinkan gluten rileks sehingga adonan lebih mudah dibentuk dan tidak menyusut saat dicetak. Cukup diamkan adonan selama 10-30 menit sambil ditutup kain atau plastik wrap. Setelah itu, lanjut ke proses selanjutnya yang tidak kalah penting, yaitu rounding.

5. Rounding dengan Teknik yang Benar

Rounding adalah membulatkan adonan donat. Tahap ini harus dilakukan hingga permukaan adonan halus dan kencang. Tujuannya agar gas hasil fermentasi tertahan di dalam kulit adonan yang kencang, sehingga donat mengembang ke atas alias gemoy. Rounding yang benar juga akan menciptakan permukaan adonan yang halus dan tampil cantik setelah digoreng. 

Ada tiga cara populer untuk membulatkan adonan donat.  Pertama dengan melipat. Caranya, ambil potongan adonan, lipat bagian pinggirnya ke arah tengah berkali-kali sampai bagian bawahnya terkumpul, lalu balik.

Kedua, dengan tangan bentuk huruf “C”. Caranya, letakkan adonan di telapak tangan, bentuk ibu jari dan kelingking seperti huruf C. Dorong adonan dengan ibu jari ke arah kelingking, lalu putar adonan secara perlahan hingga berbentuk bulat dan permukaannya mulus.

Ketiga dengan menggeser. Caranya, letakkan adonan di atas meja kerja. Letakkan telapak tangan di atas adonan seperti mencengkram, lalu putar adonan dengan gerakan melingkar sambil sedikit ditekan.

6. Proofing dengan Benar

Proofing adalah proses fermentasi akhir sebelum donat digoreng. Pada tahap ini, ragi akan mengeluarkan gas karbon dioksida. Gas ini akan terjebak di dalam jalinan gluten, sehingga membuat adonan meregang dan membesar. 

Umumnya, donat perlu di-proofing hingga mengembang dua kali lipat. Durasinya, bisa sekitar 45 menit hingga 2 jam, tergantung suhu ruangan dan kelembapan sekitar.

7. Teknik Menggoreng yang Tepat

Gunakan minyak baru untuk menggoreng donat, dengan suhu stabil di kisaran 160-170°C. Gunakan api kecil-sedang.

Cara menggorengnya, masukkan donat, tunggu hingga bagian bawah kuning keemasan, lalu balik satu kali saja. Membalik berulang kali akan membuat donat jadi berminyak.

Beberapa baker juga menyarankan menggunakan minyak padat untuk menggoreng donat agar hasilnya tidak berminyak.

Dapatkan Tepung Terigu Protein Tinggi Berkualitas dari PT Manunggal Perkasa!

Menghasilkan donat yang gemoy dan lembut bukan lagi hal sulit jika Anda menerapkan teknik yang tepat sejak awal. Dari pemilihan bahan, proses adonan, hingga teknik menggoreng, semuanya saling berkaitan.

Jika Anda menjalankan usaha donat atau bakery, dan membutuhkan tepung protein tinggi bermutu tinggi, PT Manunggal Perkasa bisa menjawab kebutuhan Anda. Produk kami telah dipercaya oleh banyak pelaku usaha roti, donat, kue di Indonesia, utamanya di Pulau Jawa. Produk unggulan kami untuk donat dan roti adalah tepung terigu Kantil dan Aster. Tepung ini mengandung protein hingga 13,5% sehingga bisa menghasilkan donat gemoy, lembut, dan empuk.