
Pemilihan tepung terigu untuk pembuatan donat kadang membingungkan. Saat mencari resep, Anda mungkin menemukan penggunaan tepung yang berbeda-beda. Ada yang pakai tepung protein tinggi, ada juga pakai tepung serbaguna. Ada pula yang mencampur keduanya. Jadi pertanyaanya, bikin donat sebaiknya pakai tepung apa?
Jawabannya bisa ketiga-tiganya, bergantung pada hasil akhir yang Anda inginkan. Apakah mau yang lembut dan chewy, atau yang sedikit padat. Berikut perbedaan penggunaan jenis tepung terigu untuk buat donat:
Tepung Terigu Protein Tinggi
Ini adalah pilihan terbaik jika Anda ingin bikin donat ala gerai populer, yang teksturnya lembut, ringan, dan chewy (sedikit kenyal tapi tetap empuk).
Tepung protein tinggi, atau yang biasa kita sebut tepung roti, adalah tepung terigu yang memiliki kadar protein sekitar 12% hingga 14%. Protein inilah yang membentuk jaringan yang disebut gluten, ketika tepung dicampur dengan air. Semakin tinggi proteinnya, semakin kuat jaringan yang terbentuk.
Sekarang pertanyaannya, seberapa penting jaringan gluten ini? Gluten sangat dibutuhkan untuk membuat adonan mengembang dan ringan. Apa dampaknya untuk donat Anda?
- Struktur adonan donat jadi kalis elastis
- Donat bisa mengembang optimal dan tampil cantik saat digoreng
- Donat jadi montok dan punya white ring yang cantik.
- Tekstur donat empuk, berserat halus, dan mangap, alias kembali ke bentuk semula setelah digigit.

Tepung Serbaguna
Tepung protein sedang menghasilkan donat yang lebih padat tetapi tetap lembut. Teksturnya juga tidak terlalu membal, tapi lebih cakey, atau mirip cake. Contohnya adalah donat kampung.
Tepung serbaguna sendiri biasa juga disebut tepung protein sedang. Ini mengandung kadar protein sekitar 10% sampai 12%. Kadar protein ini masih cukup untuk menghasilkan gluten, meski tidak sekuat tepung protein tinggi.
Tapi, justru karena kadar proteinnya sedang, donat lebih aman risiko jadi alot. Ini menjadikan tepung serbaguna lebih ramah untuk pemula.
Campuran Tepung Protein Tinggi & Serbaguna
Banyak pelaku usaha donat mencampur dua jenis tepung untuk mendapatkan tekstur yang lembut tapi tetap empuk. Tujuannya untuk mendapatkan keseimbangan antara bentuk yang bulat sempurna, dengan tekstur empuk dan lembut. Serta untuk menghindari donat yang terasa kenyal seperti roti.
Rasio campurannya pun beda-beda. Tapi yang umum digunakan adalah 50:50, yaitu 50% protein tinggi + 50% protein sedang. Tapi, ada juga yang pakai rasio 70:30, yaitu 70% protein tinggi + 30% protein sedang. Anda juga bisa menyesuaikan komposisinya sesuai karakter donat Anda inginkan.
Tepung Alternatif
Selain tiga jenis tepung terigu di atas, ada beberapa tepung alternatif yang juga sering digunakan untuk buat donat. Contohnya adalah tepung Jepang, tepung kentang, tepung premix donat, dan tepung maizena (tetap dicampur tepung terigu).

Pilihan Tepung Terigu Bermutu Tinggi untuk Usaha Donat
Jenis tepung terigu apapun yang Anda gunakan untuk bikin donat, yang paling menentukan adalah kualitas tepung itu sendiri. Untuk Anda yang serius menjalankan usaha donat, memilih produsen tepung yang terpercaya adalah langkah penting.
Salah satunya yang bisa Anda andalkan adalah PT Manunggal Perkasa, produsen tepung terigu yang mengutamakan kualitas. Kami menaruh penuh pada setiap proses produksi, mulai dari pemilihan biji gandum hingga pengolahan, untuk memastikan Anda bisa menghasilkan kreasi yang konsisten.
Dua merek yang sangat direkomendasikan untuk usaha donat adalah:
- Tepung Kantil (protein ±12–13,5%): Cocok untuk donat yang mengutamakan tekstur empuk, chewy, dan mangap.
- Tepung Aster (protein ±11,5–12,5%): Ideal untuk donat yang agak padat tapi tepat lembut. Bisa juga dikombinasikan dengan Kantil.
Dengan memilih tepung terigu yang tepat dari PT Manunggal Perkasa, Anda bisa menghasilkan donat yang empuk, konsisten, dan layak jual, baik untuk skala rumahan maupun untuk toko roti.